{"id":1022,"date":"2022-10-16T15:04:44","date_gmt":"2022-10-16T08:04:44","guid":{"rendered":"https:\/\/finplan.id\/blog\/?p=1022"},"modified":"2022-10-17T17:24:26","modified_gmt":"2022-10-17T10:24:26","slug":"resesi-ekonomi-dan-dampaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/","title":{"rendered":"Apa itu Resesi Ekonomi dan Dampaknya bagi Pekerja di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"427\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1044\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp 640w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption>Ilustrasi: Salah satu dampak resesi ekonomi adalah tingginya angka pengangguran. Sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Maraknya pemberitaan tentang kemungkinan Indonesia akan menghadapi resesi ekonomi di tahun 2023, mulai membuat khawatir sebagian besar pelaku industri di tanah air. Sebenarnya kekhawatiran ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan sebanyak 2\/3 negara di seluruh dunia juga mulai mengkhawatirkan kondisi ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dilihat sekilas, kondisi ekonomi dunia terlihat baik-baik saja pasca pandemi Covid-19 mereda. Namun, inflasi besar-besaran di sektor energi menjadi pemicu utama sebagian besar negara menjadi kandidat kuat yang akan mengalami resesi di tahun 2023.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan resesi ekonomi? Apa dampak dari resesi ekonomi dan bagaimana cara menghadapinya?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dilansir dari laman resmi <a href=\"https:\/\/sikapiuangmu.ojk.go.id\/FrontEnd\/CMS\/Article\/20618\">Otoritas Jasa Keuangan<\/a> (OJK), <strong>resesi ekonomi<\/strong> diartikan sebagai keadaan perekonomian suatu negara yang sedang turun dalam jangka waktu lama. Kondisi ini biasa ditandai dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran, sampai dengan pertumbuhan ekonomi riil yang menunjukkan angka negatif selama 2 kuartal berturut-turut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mudahnya, resesi ekonomi terjadi ketika dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi bergeser ke arah negatif. Hal ini sebelumnya pernah dirasakan Indonesia di awal pandemi Covid-19 tahun 2020 dimana perekonomian sempat macet akibat tidak adanya aktivitas dan mobilitas manusia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-1024x683.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1046\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-1024x683.webp 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-300x200.webp 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-768x512.webp 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-750x500.webp 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-1140x760.webp 1140w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Terjadinya resesi ekonomi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor ekonomi dan teknologi yang saling berkesinambungan. Berikut ini ada beberapa penyebab utama terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Guncangan ekonomi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Guncangan ekonomi menjadi salah satu faktor utama terjadinya resesi yang biasanya disebabkan dari adanya peristiwa tak terduga. Efek dari peristiwa ini biasanya akan meluas ke berbagai sektor sehinga mengakibatkan ekonomi aktivitas ekonomi macet bahkan lumpuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Munculnya pandemi Covid-19 di akhir tahun 2019 merupakan guncangan ekonomi global yang melumpuhkan hampir seluruh perekonomian lokal maupun global.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Inflasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi merupakan sebuah kondisi dimana terjadinya kenaikan harga barang dan jasa dalam jangka waktu tertentu. Adanya inflasi dapat menyebabkan ekonomi menurun karena harga barang yang tinggi, sehingga kegiatan jual beli melemah.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh nyata dari inflasi adalah adanya pandemi Covid-19 serta konflik antara Rusia dan Ukraina. Dua kejadian diatas membuat sebagai besar negara mengalami inflasi karena harga barang serta bahan baku yang meningkat drastis dan keberadaan sebagian besar bahan baku yang berkurang di pasar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><em> <\/em><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/awas-inflasi-ini-cara-lawan-inflasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Awas Inflasi! Ini Cara Lawannya di Pasar Modal <\/em><\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Deflasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kebalikan dari inflasi, deflasi diartikan sebagai kondisi penurunan harga barang dan jasa dalam jangka waktu tertentu. Tidak hanyak inflasi, ternyata deflasi juga menjadi penyebab terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Deflasi memang terlihat sebagai keadaan yang baik sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian. Namun, deflasi yang terjadai secara terus menerus membuat pembeli akan menahan uang mereka untuk dibelanjakan. Pembeli akan cenderung menunggu harga barang benar-benar berada di tingkat termurah.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila hal tersebut terjadi, maka kegiatan ekonomi akan macet dan produksi barang juga ikut menurun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Suku bunga tinggi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi yang terjadi membuat bank akan meningkatkan suku bunga untuk mengamankan nilai mata uang. Tetapi apabila inflasi terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama serta kegiatan jual beli tidak membaik, maka resesi akan terjadi dalam jangka waktu dekat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Gelembung aset pecah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Gelembung aset pecah merupakan sebuah kondisi dimana banyak investor yang mulai menjual asetnya karena takut nilainya akan menurun bahkan hilang. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi pecahnya gelembung aset biasanya dimulai dari banyaknya keputusan tidak matang yang dibuat para investor yang ingin menyelamatkan asetnya. Kondisi <em>panic selling <\/em>seperti ini justru membuat kekacauan dan menjadi tanda bahwa resesi semakin di depan mata.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Perkembangan teknologi&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kemajuan teknologi memang banyak membantu orang-orang agar bisa melakukan apapun lebih cepat dan tepat. Namun, perkembangan ekonomi juga bisa menjadi ancaman terjadinya sebuah resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana tidak? Jika sebagian besar pekerjaan digantikan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), maka tidak menutup kemungkinan akan ada banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya dan perputaran ekonomi akan melambat bahkan berhenti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak Resesi bagi Pekerja<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Terjadinya resesi ekonomi dapat dipastikan memberikan dampak yang cukup besar di berbagai sektor. Tidak hanya dampak bagi pelaku industri, resesi juga akan berdampak langsung kepada pekerja. <\/p>\n\n\n\n<p>Dampak yang diterima oleh para pekerja juga tidak main-main, salah satunya adalah akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran kepada pekerja yang dilakukan oleh perusahaan. Bagi perusahaan, PHK menjadi solusi terbaik untuk memotong biaya operasional perusahaan agar lebih efisien ketika menghadapi resesi. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal kurang menyenangkan lainnya yang akan terjadi pada pekerja yang tidak terkena PHK adalah adanya pemotongan gaji sampai dengan pengurangan beberapa fasilitas pekerja. Selain itu, karena banyaknya pekerja yang terkena PHK, maka angka pengguran di Indonesia meningkat. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menghadapi Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"427\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tips.hadapi-resesi.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1047\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tips.hadapi-resesi.webp 640w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tips.hadapi-resesi-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption>sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Mempersiapkan berbagai hal sedini mungkin untuk menghadapi resesi ekonomi menjadi langkah paling tepat untuk menyelamatkan keuangan keluarga. Jauh atau dekatnya ancaman resesi yang akan terjadi bukanlah acuan untuk menentukan kapan harus menyelamatkan keuangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi kamu yang pendapatannya \u2018pas-pasan\u2019, usaha yang perlu dikeluarkan untuk menyiapkan keuangan di masa resesi akan lebih besar. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi kondisi resesi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Buat rencana keuangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Membuat dan menyusun rencana keuangan dengan jelas menjadi langkah utama untuk menguatkan pondasi keuanga keluarga. Alokasikan dana dengan tepat sesuai dengan kebutuhan dan mulai sisihkan dana untuk tabungan dan investasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Usahakan untuk memiliki aset yang likuid seperti uang tunai untuk dijadikan sebagai dana darurat. Jangan lupakan membeli asuransi untuk mengurangi risiko kerugian finansial keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<em> <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/mana-yang-benar-investasi-sesuai-rencana-keuangan-atau-profil-risiko\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Mana yang Benar? Investasi Sesuai Recana Keuangan atau Profil Risiko?<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Kurangi beban finansial<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara berikutnya adalah kamu bisa mulai untuk mengurangi beban finansial, seperti utang, tagihan kartu kredit, atau cicilan barang. Cobalah atur keuanganmu agar kamu bisa cepat melunasi utang dengan jumlah yang besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu juga bisa berhemat untuk mengurangi beban finansial. Berhemat bukan berarti hidup serba kekurangan, melainkan mengubah <em>mindset<\/em> menjadi merasa cukup atas apa yang dimiliki.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Atur ulang portofolio<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kamu berinvestasi, cobalah untuk rajin melihat kondisi portofoliomu. Apabila kondisi ekonomi global sedang tidak stabil, maka mengatur ulang portofolio atau melakukan diversifikasi aset bisa mengindari kerugian saat resesi terjadi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Begitu juga apabila kondisi ekonomi global sudah mulai membaik. Kamu bisa mengatur lagi portofolio yang kamu miliki agar nilainya tetap stabil dan tetap menguntungkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<em> <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/diversifikasi-portofolio-bagi-investor-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Diversifikasi Portofolio bagi Investor Pemula,Apa Perlu?<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Hindari <\/strong><strong><em>panic condition<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara lain yang bisa dilakukan untuk menghadapi resesi adalah dengan menghindari <em>panic condition<\/em> seperti <em>panic buying<\/em> maupun <em>panic selling<\/em>. Mengapa?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Karena kondisi ini akan cepat membuatmu kehilangan uang maupun aset yang kamu miliki. Jika terjebak dalam kondisi ini, kamu akan mudah gegabah dalam pengambilan keputusan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Alih-alih terjebak di dalam kondisi panik, baiknya kamu membaca informasi kondisi ekonomi global dari berbagai sumber dan lakukan validasi terhadap setiap informasi yang didapat. Hal ini bisa membantu meredakan kepanikan yang terjadi padamu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tetap Tenang Meski Resesi Datang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Resesi ekonomi merupakan hal pasti yang akan terjadi dalam dunia ekonomi dan bisnis. Ketika menghadapi resesi, kamu tidak perlu khawatir dan cobalah untuk tetap tenang meskipun resesi datang. Alasannya? Karena kondisi tersebut dapat pulih dan perputaran roda ekonomi bisa kembali normal.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Maraknya pemberitaan tentang kemungkinan Indonesia akan menghadapi resesi ekonomi di tahun 2023, mulai membuat khawatir sebagian besar pelaku industri di tanah air. Sebenarnya kekhawatiran ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan sebanyak 2\/3 negara di seluruh dunia juga mulai mengkhawatirkan kondisi ini.&nbsp; Jika dilihat sekilas, kondisi ekonomi dunia terlihat baik-baik saja pasca pandemi Covid-19 mereda. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":null,"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[287,288],"tags":[319],"class_list":["post-1022","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-keuangan","tag-resesi-ekonomi"],"has_blocks":true,"blocks":[{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":1044,"sizeSlug":"full","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp","alt":"","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1044\"\/><figcaption>Ilustrasi: Salah satu dampak resesi ekonomi adalah tingginya angka pengangguran. Sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1044\"\/><figcaption>Ilustrasi: Salah satu dampak resesi ekonomi adalah tingginya angka pengangguran. Sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1044\"\/><figcaption>Ilustrasi: Salah satu dampak resesi ekonomi adalah tingginya angka pengangguran. Sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Maraknya pemberitaan tentang kemungkinan Indonesia akan menghadapi resesi ekonomi di tahun 2023, mulai membuat khawatir sebagian besar pelaku industri di tanah air. Sebenarnya kekhawatiran ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan sebanyak 2\/3 negara di seluruh dunia juga mulai mengkhawatirkan kondisi ini.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Maraknya pemberitaan tentang kemungkinan Indonesia akan menghadapi resesi ekonomi di tahun 2023, mulai membuat khawatir sebagian besar pelaku industri di tanah air. Sebenarnya kekhawatiran ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan sebanyak 2\/3 negara di seluruh dunia juga mulai mengkhawatirkan kondisi ini.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Maraknya pemberitaan tentang kemungkinan Indonesia akan menghadapi resesi ekonomi di tahun 2023, mulai membuat khawatir sebagian besar pelaku industri di tanah air. Sebenarnya kekhawatiran ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan sebanyak 2\/3 negara di seluruh dunia juga mulai mengkhawatirkan kondisi ini.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Jika dilihat sekilas, kondisi ekonomi dunia terlihat baik-baik saja pasca pandemi Covid-19 mereda. Namun, inflasi besar-besaran di sektor energi menjadi pemicu utama sebagian besar negara menjadi kandidat kuat yang akan mengalami resesi di tahun 2023.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Jika dilihat sekilas, kondisi ekonomi dunia terlihat baik-baik saja pasca pandemi Covid-19 mereda. Namun, inflasi besar-besaran di sektor energi menjadi pemicu utama sebagian besar negara menjadi kandidat kuat yang akan mengalami resesi di tahun 2023.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Jika dilihat sekilas, kondisi ekonomi dunia terlihat baik-baik saja pasca pandemi Covid-19 mereda. Namun, inflasi besar-besaran di sektor energi menjadi pemicu utama sebagian besar negara menjadi kandidat kuat yang akan mengalami resesi di tahun 2023.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan resesi ekonomi? Apa dampak dari resesi ekonomi dan bagaimana cara menghadapinya?<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan resesi ekonomi? Apa dampak dari resesi ekonomi dan bagaimana cara menghadapinya?<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan resesi ekonomi? Apa dampak dari resesi ekonomi dan bagaimana cara menghadapinya?<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>Pengertian Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>Pengertian Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Dilansir dari laman resmi <a href=\"https:\/\/sikapiuangmu.ojk.go.id\/FrontEnd\/CMS\/Article\/20618\">Otoritas Jasa Keuangan<\/a> (OJK), <strong>resesi ekonomi<\/strong> diartikan sebagai keadaan perekonomian suatu negara yang sedang turun dalam jangka waktu lama. Kondisi ini biasa ditandai dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran, sampai dengan pertumbuhan ekonomi riil yang menunjukkan angka negatif selama 2 kuartal berturut-turut.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Dilansir dari laman resmi <a href=\"https:\/\/sikapiuangmu.ojk.go.id\/FrontEnd\/CMS\/Article\/20618\">Otoritas Jasa Keuangan<\/a> (OJK), <strong>resesi ekonomi<\/strong> diartikan sebagai keadaan perekonomian suatu negara yang sedang turun dalam jangka waktu lama. Kondisi ini biasa ditandai dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran, sampai dengan pertumbuhan ekonomi riil yang menunjukkan angka negatif selama 2 kuartal berturut-turut.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Dilansir dari laman resmi <a href=\"https:\/\/sikapiuangmu.ojk.go.id\/FrontEnd\/CMS\/Article\/20618\">Otoritas Jasa Keuangan<\/a> (OJK), <strong>resesi ekonomi<\/strong> diartikan sebagai keadaan perekonomian suatu negara yang sedang turun dalam jangka waktu lama. Kondisi ini biasa ditandai dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran, sampai dengan pertumbuhan ekonomi riil yang menunjukkan angka negatif selama 2 kuartal berturut-turut.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Mudahnya, resesi ekonomi terjadi ketika dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi bergeser ke arah negatif. Hal ini sebelumnya pernah dirasakan Indonesia di awal pandemi Covid-19 tahun 2020 dimana perekonomian sempat macet akibat tidak adanya aktivitas dan mobilitas manusia.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Mudahnya, resesi ekonomi terjadi ketika dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi bergeser ke arah negatif. Hal ini sebelumnya pernah dirasakan Indonesia di awal pandemi Covid-19 tahun 2020 dimana perekonomian sempat macet akibat tidak adanya aktivitas dan mobilitas manusia.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Mudahnya, resesi ekonomi terjadi ketika dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi bergeser ke arah negatif. Hal ini sebelumnya pernah dirasakan Indonesia di awal pandemi Covid-19 tahun 2020 dimana perekonomian sempat macet akibat tidak adanya aktivitas dan mobilitas manusia.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>Penyebab Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>Penyebab Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":1046,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-1024x683.webp","alt":"","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-1024x683.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1046\"\/><figcaption>sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-1024x683.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1046\"\/><figcaption>sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/penyebab-terjadinya-resesi-ekonomi-1024x683.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1046\"\/><figcaption>sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Terjadinya resesi ekonomi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor ekonomi dan teknologi yang saling berkesinambungan. Berikut ini ada beberapa penyebab utama terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Terjadinya resesi ekonomi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor ekonomi dan teknologi yang saling berkesinambungan. Berikut ini ada beberapa penyebab utama terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Terjadinya resesi ekonomi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor ekonomi dan teknologi yang saling berkesinambungan. Berikut ini ada beberapa penyebab utama terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>1. Guncangan ekonomi<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>1. Guncangan ekonomi<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Guncangan ekonomi<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Guncangan ekonomi menjadi salah satu faktor utama terjadinya resesi yang biasanya disebabkan dari adanya peristiwa tak terduga. Efek dari peristiwa ini biasanya akan meluas ke berbagai sektor sehinga mengakibatkan ekonomi aktivitas ekonomi macet bahkan lumpuh.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Guncangan ekonomi menjadi salah satu faktor utama terjadinya resesi yang biasanya disebabkan dari adanya peristiwa tak terduga. Efek dari peristiwa ini biasanya akan meluas ke berbagai sektor sehinga mengakibatkan ekonomi aktivitas ekonomi macet bahkan lumpuh.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Guncangan ekonomi menjadi salah satu faktor utama terjadinya resesi yang biasanya disebabkan dari adanya peristiwa tak terduga. Efek dari peristiwa ini biasanya akan meluas ke berbagai sektor sehinga mengakibatkan ekonomi aktivitas ekonomi macet bahkan lumpuh.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Munculnya pandemi Covid-19 di akhir tahun 2019 merupakan guncangan ekonomi global yang melumpuhkan hampir seluruh perekonomian lokal maupun global.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Munculnya pandemi Covid-19 di akhir tahun 2019 merupakan guncangan ekonomi global yang melumpuhkan hampir seluruh perekonomian lokal maupun global.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Munculnya pandemi Covid-19 di akhir tahun 2019 merupakan guncangan ekonomi global yang melumpuhkan hampir seluruh perekonomian lokal maupun global.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>2. Inflasi<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>2. Inflasi<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Inflasi<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Inflasi merupakan sebuah kondisi dimana terjadinya kenaikan harga barang dan jasa dalam jangka waktu tertentu. Adanya inflasi dapat menyebabkan ekonomi menurun karena harga barang yang tinggi, sehingga kegiatan jual beli melemah.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Inflasi merupakan sebuah kondisi dimana terjadinya kenaikan harga barang dan jasa dalam jangka waktu tertentu. Adanya inflasi dapat menyebabkan ekonomi menurun karena harga barang yang tinggi, sehingga kegiatan jual beli melemah.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Inflasi merupakan sebuah kondisi dimana terjadinya kenaikan harga barang dan jasa dalam jangka waktu tertentu. Adanya inflasi dapat menyebabkan ekonomi menurun karena harga barang yang tinggi, sehingga kegiatan jual beli melemah.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Contoh nyata dari inflasi adalah adanya pandemi Covid-19 serta konflik antara Rusia dan Ukraina. Dua kejadian diatas membuat sebagai besar negara mengalami inflasi karena harga barang serta bahan baku yang meningkat drastis dan keberadaan sebagian besar bahan baku yang berkurang di pasar.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Contoh nyata dari inflasi adalah adanya pandemi Covid-19 serta konflik antara Rusia dan Ukraina. Dua kejadian diatas membuat sebagai besar negara mengalami inflasi karena harga barang serta bahan baku yang meningkat drastis dan keberadaan sebagian besar bahan baku yang berkurang di pasar.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Contoh nyata dari inflasi adalah adanya pandemi Covid-19 serta konflik antara Rusia dan Ukraina. Dua kejadian diatas membuat sebagai besar negara mengalami inflasi karena harga barang serta bahan baku yang meningkat drastis dan keberadaan sebagian besar bahan baku yang berkurang di pasar.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><em> <\/em><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/awas-inflasi-ini-cara-lawan-inflasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Awas Inflasi! Ini Cara Lawannya di Pasar Modal <\/em><\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><em> <\/em><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/awas-inflasi-ini-cara-lawan-inflasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Awas Inflasi! Ini Cara Lawannya di Pasar Modal <\/em><\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><em> <\/em><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/awas-inflasi-ini-cara-lawan-inflasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Awas Inflasi! Ini Cara Lawannya di Pasar Modal <\/em><\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>3. Deflasi<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>3. Deflasi<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Deflasi<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Kebalikan dari inflasi, deflasi diartikan sebagai kondisi penurunan harga barang dan jasa dalam jangka waktu tertentu. Tidak hanyak inflasi, ternyata deflasi juga menjadi penyebab terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Kebalikan dari inflasi, deflasi diartikan sebagai kondisi penurunan harga barang dan jasa dalam jangka waktu tertentu. Tidak hanyak inflasi, ternyata deflasi juga menjadi penyebab terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Kebalikan dari inflasi, deflasi diartikan sebagai kondisi penurunan harga barang dan jasa dalam jangka waktu tertentu. Tidak hanyak inflasi, ternyata deflasi juga menjadi penyebab terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Deflasi memang terlihat sebagai keadaan yang baik sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian. Namun, deflasi yang terjadai secara terus menerus membuat pembeli akan menahan uang mereka untuk dibelanjakan. Pembeli akan cenderung menunggu harga barang benar-benar berada di tingkat termurah.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Deflasi memang terlihat sebagai keadaan yang baik sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian. Namun, deflasi yang terjadai secara terus menerus membuat pembeli akan menahan uang mereka untuk dibelanjakan. Pembeli akan cenderung menunggu harga barang benar-benar berada di tingkat termurah.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Deflasi memang terlihat sebagai keadaan yang baik sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian. Namun, deflasi yang terjadai secara terus menerus membuat pembeli akan menahan uang mereka untuk dibelanjakan. Pembeli akan cenderung menunggu harga barang benar-benar berada di tingkat termurah.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Apabila hal tersebut terjadi, maka kegiatan ekonomi akan macet dan produksi barang juga ikut menurun.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Apabila hal tersebut terjadi, maka kegiatan ekonomi akan macet dan produksi barang juga ikut menurun.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Apabila hal tersebut terjadi, maka kegiatan ekonomi akan macet dan produksi barang juga ikut menurun.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>4. Suku bunga tinggi<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>4. Suku bunga tinggi<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Suku bunga tinggi<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Inflasi yang terjadi membuat bank akan meningkatkan suku bunga untuk mengamankan nilai mata uang. Tetapi apabila inflasi terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama serta kegiatan jual beli tidak membaik, maka resesi akan terjadi dalam jangka waktu dekat.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Inflasi yang terjadi membuat bank akan meningkatkan suku bunga untuk mengamankan nilai mata uang. Tetapi apabila inflasi terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama serta kegiatan jual beli tidak membaik, maka resesi akan terjadi dalam jangka waktu dekat.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Inflasi yang terjadi membuat bank akan meningkatkan suku bunga untuk mengamankan nilai mata uang. Tetapi apabila inflasi terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama serta kegiatan jual beli tidak membaik, maka resesi akan terjadi dalam jangka waktu dekat.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>5. Gelembung aset pecah<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>5. Gelembung aset pecah<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Gelembung aset pecah<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Gelembung aset pecah merupakan sebuah kondisi dimana banyak investor yang mulai menjual asetnya karena takut nilainya akan menurun bahkan hilang. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Gelembung aset pecah merupakan sebuah kondisi dimana banyak investor yang mulai menjual asetnya karena takut nilainya akan menurun bahkan hilang. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Gelembung aset pecah merupakan sebuah kondisi dimana banyak investor yang mulai menjual asetnya karena takut nilainya akan menurun bahkan hilang. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Kondisi pecahnya gelembung aset biasanya dimulai dari banyaknya keputusan tidak matang yang dibuat para investor yang ingin menyelamatkan asetnya. Kondisi <em>panic selling <\/em>seperti ini justru membuat kekacauan dan menjadi tanda bahwa resesi semakin di depan mata.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Kondisi pecahnya gelembung aset biasanya dimulai dari banyaknya keputusan tidak matang yang dibuat para investor yang ingin menyelamatkan asetnya. Kondisi <em>panic selling <\/em>seperti ini justru membuat kekacauan dan menjadi tanda bahwa resesi semakin di depan mata.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Kondisi pecahnya gelembung aset biasanya dimulai dari banyaknya keputusan tidak matang yang dibuat para investor yang ingin menyelamatkan asetnya. Kondisi <em>panic selling <\/em>seperti ini justru membuat kekacauan dan menjadi tanda bahwa resesi semakin di depan mata.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>6. Perkembangan teknologi&nbsp;<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>6. Perkembangan teknologi&nbsp;<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Perkembangan teknologi&nbsp;<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Kemajuan teknologi memang banyak membantu orang-orang agar bisa melakukan apapun lebih cepat dan tepat. Namun, perkembangan ekonomi juga bisa menjadi ancaman terjadinya sebuah resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Kemajuan teknologi memang banyak membantu orang-orang agar bisa melakukan apapun lebih cepat dan tepat. Namun, perkembangan ekonomi juga bisa menjadi ancaman terjadinya sebuah resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Kemajuan teknologi memang banyak membantu orang-orang agar bisa melakukan apapun lebih cepat dan tepat. Namun, perkembangan ekonomi juga bisa menjadi ancaman terjadinya sebuah resesi ekonomi.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Bagaimana tidak? Jika sebagian besar pekerjaan digantikan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), maka tidak menutup kemungkinan akan ada banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya dan perputaran ekonomi akan melambat bahkan berhenti.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Bagaimana tidak? Jika sebagian besar pekerjaan digantikan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), maka tidak menutup kemungkinan akan ada banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya dan perputaran ekonomi akan melambat bahkan berhenti.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Bagaimana tidak? Jika sebagian besar pekerjaan digantikan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), maka tidak menutup kemungkinan akan ada banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya dan perputaran ekonomi akan melambat bahkan berhenti.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>Dampak Resesi bagi Pekerja<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>Dampak Resesi bagi Pekerja<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak Resesi bagi Pekerja<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Terjadinya resesi ekonomi dapat dipastikan memberikan dampak yang cukup besar di berbagai sektor. Tidak hanya dampak bagi pelaku industri, resesi juga akan berdampak langsung kepada pekerja. <\/p>\n","innerContent":["\n<p>Terjadinya resesi ekonomi dapat dipastikan memberikan dampak yang cukup besar di berbagai sektor. Tidak hanya dampak bagi pelaku industri, resesi juga akan berdampak langsung kepada pekerja. <\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Terjadinya resesi ekonomi dapat dipastikan memberikan dampak yang cukup besar di berbagai sektor. Tidak hanya dampak bagi pelaku industri, resesi juga akan berdampak langsung kepada pekerja. <\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Dampak yang diterima oleh para pekerja juga tidak main-main, salah satunya adalah akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran kepada pekerja yang dilakukan oleh perusahaan. Bagi perusahaan, PHK menjadi solusi terbaik untuk memotong biaya operasional perusahaan agar lebih efisien ketika menghadapi resesi. <\/p>\n","innerContent":["\n<p>Dampak yang diterima oleh para pekerja juga tidak main-main, salah satunya adalah akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran kepada pekerja yang dilakukan oleh perusahaan. Bagi perusahaan, PHK menjadi solusi terbaik untuk memotong biaya operasional perusahaan agar lebih efisien ketika menghadapi resesi. <\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Dampak yang diterima oleh para pekerja juga tidak main-main, salah satunya adalah akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran kepada pekerja yang dilakukan oleh perusahaan. Bagi perusahaan, PHK menjadi solusi terbaik untuk memotong biaya operasional perusahaan agar lebih efisien ketika menghadapi resesi. <\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Hal kurang menyenangkan lainnya yang akan terjadi pada pekerja yang tidak terkena PHK adalah adanya pemotongan gaji sampai dengan pengurangan beberapa fasilitas pekerja. Selain itu, karena banyaknya pekerja yang terkena PHK, maka angka pengguran di Indonesia meningkat. <\/p>\n","innerContent":["\n<p>Hal kurang menyenangkan lainnya yang akan terjadi pada pekerja yang tidak terkena PHK adalah adanya pemotongan gaji sampai dengan pengurangan beberapa fasilitas pekerja. Selain itu, karena banyaknya pekerja yang terkena PHK, maka angka pengguran di Indonesia meningkat. <\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Hal kurang menyenangkan lainnya yang akan terjadi pada pekerja yang tidak terkena PHK adalah adanya pemotongan gaji sampai dengan pengurangan beberapa fasilitas pekerja. Selain itu, karena banyaknya pekerja yang terkena PHK, maka angka pengguran di Indonesia meningkat. <\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>Cara Menghadapi Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>Cara Menghadapi Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menghadapi Resesi Ekonomi<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":1047,"sizeSlug":"full","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tips.hadapi-resesi.webp","alt":"","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tips.hadapi-resesi.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1047\"\/><figcaption>sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tips.hadapi-resesi.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1047\"\/><figcaption>sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tips.hadapi-resesi.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1047\"\/><figcaption>sumber: pexels<\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Mempersiapkan berbagai hal sedini mungkin untuk menghadapi resesi ekonomi menjadi langkah paling tepat untuk menyelamatkan keuangan keluarga. Jauh atau dekatnya ancaman resesi yang akan terjadi bukanlah acuan untuk menentukan kapan harus menyelamatkan keuangan.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Mempersiapkan berbagai hal sedini mungkin untuk menghadapi resesi ekonomi menjadi langkah paling tepat untuk menyelamatkan keuangan keluarga. Jauh atau dekatnya ancaman resesi yang akan terjadi bukanlah acuan untuk menentukan kapan harus menyelamatkan keuangan.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Mempersiapkan berbagai hal sedini mungkin untuk menghadapi resesi ekonomi menjadi langkah paling tepat untuk menyelamatkan keuangan keluarga. Jauh atau dekatnya ancaman resesi yang akan terjadi bukanlah acuan untuk menentukan kapan harus menyelamatkan keuangan.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Bagi kamu yang pendapatannya \u2018pas-pasan\u2019, usaha yang perlu dikeluarkan untuk menyiapkan keuangan di masa resesi akan lebih besar. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi kondisi resesi.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Bagi kamu yang pendapatannya \u2018pas-pasan\u2019, usaha yang perlu dikeluarkan untuk menyiapkan keuangan di masa resesi akan lebih besar. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi kondisi resesi.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Bagi kamu yang pendapatannya \u2018pas-pasan\u2019, usaha yang perlu dikeluarkan untuk menyiapkan keuangan di masa resesi akan lebih besar. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi kondisi resesi.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>1. Buat rencana keuangan<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>1. Buat rencana keuangan<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Buat rencana keuangan<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Membuat dan menyusun rencana keuangan dengan jelas menjadi langkah utama untuk menguatkan pondasi keuanga keluarga. Alokasikan dana dengan tepat sesuai dengan kebutuhan dan mulai sisihkan dana untuk tabungan dan investasi.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Membuat dan menyusun rencana keuangan dengan jelas menjadi langkah utama untuk menguatkan pondasi keuanga keluarga. Alokasikan dana dengan tepat sesuai dengan kebutuhan dan mulai sisihkan dana untuk tabungan dan investasi.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Membuat dan menyusun rencana keuangan dengan jelas menjadi langkah utama untuk menguatkan pondasi keuanga keluarga. Alokasikan dana dengan tepat sesuai dengan kebutuhan dan mulai sisihkan dana untuk tabungan dan investasi.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Usahakan untuk memiliki aset yang likuid seperti uang tunai untuk dijadikan sebagai dana darurat. Jangan lupakan membeli asuransi untuk mengurangi risiko kerugian finansial keluarga.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Usahakan untuk memiliki aset yang likuid seperti uang tunai untuk dijadikan sebagai dana darurat. Jangan lupakan membeli asuransi untuk mengurangi risiko kerugian finansial keluarga.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Usahakan untuk memiliki aset yang likuid seperti uang tunai untuk dijadikan sebagai dana darurat. Jangan lupakan membeli asuransi untuk mengurangi risiko kerugian finansial keluarga.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong>Baca juga:<em> <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/mana-yang-benar-investasi-sesuai-rencana-keuangan-atau-profil-risiko\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Mana yang Benar? Investasi Sesuai Recana Keuangan atau Profil Risiko?<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong>Baca juga:<em> <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/mana-yang-benar-investasi-sesuai-rencana-keuangan-atau-profil-risiko\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Mana yang Benar? Investasi Sesuai Recana Keuangan atau Profil Risiko?<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong>Baca juga:<em> <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/mana-yang-benar-investasi-sesuai-rencana-keuangan-atau-profil-risiko\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Mana yang Benar? Investasi Sesuai Recana Keuangan atau Profil Risiko?<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>2. Kurangi beban finansial<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>2. Kurangi beban finansial<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Kurangi beban finansial<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Cara berikutnya adalah kamu bisa mulai untuk mengurangi beban finansial, seperti utang, tagihan kartu kredit, atau cicilan barang. Cobalah atur keuanganmu agar kamu bisa cepat melunasi utang dengan jumlah yang besar.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Cara berikutnya adalah kamu bisa mulai untuk mengurangi beban finansial, seperti utang, tagihan kartu kredit, atau cicilan barang. Cobalah atur keuanganmu agar kamu bisa cepat melunasi utang dengan jumlah yang besar.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Cara berikutnya adalah kamu bisa mulai untuk mengurangi beban finansial, seperti utang, tagihan kartu kredit, atau cicilan barang. Cobalah atur keuanganmu agar kamu bisa cepat melunasi utang dengan jumlah yang besar.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Kamu juga bisa berhemat untuk mengurangi beban finansial. Berhemat bukan berarti hidup serba kekurangan, melainkan mengubah <em>mindset<\/em> menjadi merasa cukup atas apa yang dimiliki.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Kamu juga bisa berhemat untuk mengurangi beban finansial. Berhemat bukan berarti hidup serba kekurangan, melainkan mengubah <em>mindset<\/em> menjadi merasa cukup atas apa yang dimiliki.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Kamu juga bisa berhemat untuk mengurangi beban finansial. Berhemat bukan berarti hidup serba kekurangan, melainkan mengubah <em>mindset<\/em> menjadi merasa cukup atas apa yang dimiliki.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>3. Atur ulang portofolio<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>3. Atur ulang portofolio<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Atur ulang portofolio<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Jika kamu berinvestasi, cobalah untuk rajin melihat kondisi portofoliomu. Apabila kondisi ekonomi global sedang tidak stabil, maka mengatur ulang portofolio atau melakukan diversifikasi aset bisa mengindari kerugian saat resesi terjadi.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Jika kamu berinvestasi, cobalah untuk rajin melihat kondisi portofoliomu. Apabila kondisi ekonomi global sedang tidak stabil, maka mengatur ulang portofolio atau melakukan diversifikasi aset bisa mengindari kerugian saat resesi terjadi.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Jika kamu berinvestasi, cobalah untuk rajin melihat kondisi portofoliomu. Apabila kondisi ekonomi global sedang tidak stabil, maka mengatur ulang portofolio atau melakukan diversifikasi aset bisa mengindari kerugian saat resesi terjadi.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Begitu juga apabila kondisi ekonomi global sudah mulai membaik. Kamu bisa mengatur lagi portofolio yang kamu miliki agar nilainya tetap stabil dan tetap menguntungkan.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Begitu juga apabila kondisi ekonomi global sudah mulai membaik. Kamu bisa mengatur lagi portofolio yang kamu miliki agar nilainya tetap stabil dan tetap menguntungkan.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Begitu juga apabila kondisi ekonomi global sudah mulai membaik. Kamu bisa mengatur lagi portofolio yang kamu miliki agar nilainya tetap stabil dan tetap menguntungkan.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong>Baca juga:<em> <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/diversifikasi-portofolio-bagi-investor-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Diversifikasi Portofolio bagi Investor Pemula,Apa Perlu?<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong>Baca juga:<em> <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/diversifikasi-portofolio-bagi-investor-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Diversifikasi Portofolio bagi Investor Pemula,Apa Perlu?<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong>Baca juga:<em> <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/diversifikasi-portofolio-bagi-investor-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Diversifikasi Portofolio bagi Investor Pemula,Apa Perlu?<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>4. Hindari <\/strong><strong><em>panic condition<\/em><\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>4. Hindari <\/strong><strong><em>panic condition<\/em><\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Hindari <\/strong><strong><em>panic condition<\/em><\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Cara lain yang bisa dilakukan untuk menghadapi resesi adalah dengan menghindari <em>panic condition<\/em> seperti <em>panic buying<\/em> maupun <em>panic selling<\/em>. Mengapa?&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Cara lain yang bisa dilakukan untuk menghadapi resesi adalah dengan menghindari <em>panic condition<\/em> seperti <em>panic buying<\/em> maupun <em>panic selling<\/em>. Mengapa?&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Cara lain yang bisa dilakukan untuk menghadapi resesi adalah dengan menghindari <em>panic condition<\/em> seperti <em>panic buying<\/em> maupun <em>panic selling<\/em>. Mengapa?&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Karena kondisi ini akan cepat membuatmu kehilangan uang maupun aset yang kamu miliki. Jika terjebak dalam kondisi ini, kamu akan mudah gegabah dalam pengambilan keputusan.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Karena kondisi ini akan cepat membuatmu kehilangan uang maupun aset yang kamu miliki. Jika terjebak dalam kondisi ini, kamu akan mudah gegabah dalam pengambilan keputusan.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Karena kondisi ini akan cepat membuatmu kehilangan uang maupun aset yang kamu miliki. Jika terjebak dalam kondisi ini, kamu akan mudah gegabah dalam pengambilan keputusan.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Alih-alih terjebak di dalam kondisi panik, baiknya kamu membaca informasi kondisi ekonomi global dari berbagai sumber dan lakukan validasi terhadap setiap informasi yang didapat. Hal ini bisa membantu meredakan kepanikan yang terjadi padamu.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Alih-alih terjebak di dalam kondisi panik, baiknya kamu membaca informasi kondisi ekonomi global dari berbagai sumber dan lakukan validasi terhadap setiap informasi yang didapat. Hal ini bisa membantu meredakan kepanikan yang terjadi padamu.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Alih-alih terjebak di dalam kondisi panik, baiknya kamu membaca informasi kondisi ekonomi global dari berbagai sumber dan lakukan validasi terhadap setiap informasi yang didapat. Hal ini bisa membantu meredakan kepanikan yang terjadi padamu.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>Tetap Tenang Meski Resesi Datang<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>Tetap Tenang Meski Resesi Datang<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tetap Tenang Meski Resesi Datang<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Resesi ekonomi merupakan hal pasti yang akan terjadi dalam dunia ekonomi dan bisnis. Ketika menghadapi resesi, kamu tidak perlu khawatir dan cobalah untuk tetap tenang meskipun resesi datang. Alasannya? Karena kondisi tersebut dapat pulih dan perputaran roda ekonomi bisa kembali normal.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Resesi ekonomi merupakan hal pasti yang akan terjadi dalam dunia ekonomi dan bisnis. Ketika menghadapi resesi, kamu tidak perlu khawatir dan cobalah untuk tetap tenang meskipun resesi datang. Alasannya? Karena kondisi tersebut dapat pulih dan perputaran roda ekonomi bisa kembali normal.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Resesi ekonomi merupakan hal pasti yang akan terjadi dalam dunia ekonomi dan bisnis. Ketika menghadapi resesi, kamu tidak perlu khawatir dan cobalah untuk tetap tenang meskipun resesi datang. Alasannya? Karena kondisi tersebut dapat pulih dan perputaran roda ekonomi bisa kembali normal.&nbsp;<\/p>\n"}],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v18.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu Resesi Ekonomi dan Dampak bagi Pekerja - Finplan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Resesi ekonomi merupakan kondisi ekonomi negara yang sedang turun sehingga berdampak buruk bagi pekerja industri, seperti terkena PHK\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Resesi Ekonomi dan Dampak bagi Pekerja - Finplan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Resesi ekonomi merupakan kondisi ekonomi negara yang sedang turun sehingga berdampak buruk bagi pekerja industri, seperti terkena PHK\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Finplan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-16T08:04:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-17T10:24:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabil Desti Wijaya\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/\",\"name\":\"Finplan\",\"description\":\"Komunitas belajar investasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/\",\"name\":\"Apa itu Resesi Ekonomi dan Dampak bagi Pekerja - Finplan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-10-16T08:04:44+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-17T10:24:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/36cfc473516f322880f18b2bf66a0d0e\"},\"description\":\"Resesi ekonomi merupakan kondisi ekonomi negara yang sedang turun sehingga berdampak buruk bagi pekerja industri, seperti terkena PHK\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Apa itu Resesi Ekonomi dan Dampaknya bagi Pekerja di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/36cfc473516f322880f18b2bf66a0d0e\",\"name\":\"Salsabil Desti Wijaya\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c68fbb5e4f81537b95301332ee6b9c1b12ebfe24a6fbee34470d528f2b3bc83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c68fbb5e4f81537b95301332ee6b9c1b12ebfe24a6fbee34470d528f2b3bc83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabil Desti Wijaya\"},\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/author\/salsabil-d-wijaya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Resesi Ekonomi dan Dampak bagi Pekerja - Finplan","description":"Resesi ekonomi merupakan kondisi ekonomi negara yang sedang turun sehingga berdampak buruk bagi pekerja industri, seperti terkena PHK","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu Resesi Ekonomi dan Dampak bagi Pekerja - Finplan","og_description":"Resesi ekonomi merupakan kondisi ekonomi negara yang sedang turun sehingga berdampak buruk bagi pekerja industri, seperti terkena PHK","og_url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/","og_site_name":"Finplan","article_published_time":"2022-10-16T08:04:44+00:00","article_modified_time":"2022-10-17T10:24:26+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Salsabil Desti Wijaya","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/","name":"Finplan","description":"Komunitas belajar investasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/#primaryimage","inLanguage":"id","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp","contentUrl":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apa-itu-resesi-ekonomi.webp"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/#webpage","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/","name":"Apa itu Resesi Ekonomi dan Dampak bagi Pekerja - Finplan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-10-16T08:04:44+00:00","dateModified":"2022-10-17T10:24:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/36cfc473516f322880f18b2bf66a0d0e"},"description":"Resesi ekonomi merupakan kondisi ekonomi negara yang sedang turun sehingga berdampak buruk bagi pekerja industri, seperti terkena PHK","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/resesi-ekonomi-dan-dampaknya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Apa itu Resesi Ekonomi dan Dampaknya bagi Pekerja di Indonesia"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/36cfc473516f322880f18b2bf66a0d0e","name":"Salsabil Desti Wijaya","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#personlogo","inLanguage":"id","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c68fbb5e4f81537b95301332ee6b9c1b12ebfe24a6fbee34470d528f2b3bc83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c68fbb5e4f81537b95301332ee6b9c1b12ebfe24a6fbee34470d528f2b3bc83?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabil Desti Wijaya"},"url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/author\/salsabil-d-wijaya\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1022","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1022"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1022\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1049,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1022\/revisions\/1049"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}