{"id":1264,"date":"2022-11-21T10:40:39","date_gmt":"2022-11-21T03:40:39","guid":{"rendered":"https:\/\/finplan.id\/blog\/?p=1264"},"modified":"2023-03-01T19:21:17","modified_gmt":"2023-03-01T12:21:17","slug":"beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/","title":{"rendered":"Beberapa Risiko Investasi Ini Wajib Kamu Waspadai!"},"content":{"rendered":"\n<p>Investasi itu penting gak sih? Penting dong! Investasi itu merupakan salah satu bentuk persiapan untuk menunjang masa depan yang lebih mantap. Siapa sih yang gak mau masa depannya aman, terjamin, bahkan bisa mencapai financial freedom, idaman semua orang dong. Dengan berinvestasi, apa yang kamu impikan di masa depan seperti punya rumah minimalis tapi elit ataupun keinginan untuk keliling dunia, ditambah dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang matang, impianmu itu <em>possible <\/em>tercapai, lho! Eh tapi, tetap diingat ya, bahwa ketika kamu mengambil keputusan untuk berinvestasi, pasti ada juga risiko investasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hah, emang ada Risiko Investasi?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada dong! Tentu, selain dapat potensi keuntungan yang bisa investor peroleh, ada juga risiko investasi yang investor bisa alami. Emang apaan sih risiko investasi tuh?<em> Well, <\/em>&nbsp;basically, risiko investasi itu merupakan potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor dari kegiatan investasi yang dilakukan. Nah, dalam proses investasi, umumnya, semakin tinggi potensi keuntungan yang dapat investor peroleh, risiko investasinya juga semakin tinggi! Sebaliknya, jika potensi keuntungannya rendah, maka risiko investasinya juga akan cenderung rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi tenang aja sobat Finplan! Kalau kamu tetep <em>chill,<\/em> menganalisa pasar dengan cermat, dan memahami apa aja risiko-risiko investasi yang bisa kamu alami, niscaya kamu akan terhindar dari kerugian investasi!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Risiko Investasi tuh ada apa aja sih?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa risiko investasi yang perlu kamu cermati dan waspadai nih, cekidot!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Risiko likuiditas<\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas-1024x683.webp\" alt=\"risiko likuiditas\" class=\"wp-image-1266\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas-1024x683.webp 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas-300x200.webp 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas-768x512.webp 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas-1536x1025.webp 1536w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas-750x500.webp 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas-1140x761.webp 1140w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas.webp 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>risiko likuiditas<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Likuiditas adalah risiko investasi yang perlu kamu waspadai. Likuiditas merupakan tingkat kemudahan sebuah aset untuk dapat terkonversi menjadi uang tanpa mempengaruhi harga pasarnya. Berdasarkan definisi tersebut, kita tahu bahwa risiko ini berkaitan dengan kesulitan seorang investor untuk mengubah aset menjadi uang tunai. Nah, perlu kamu pahami ya, bahwa risiko likuiditas itu berbeda dengan penurunan aset investasi.\u00a0 Risiko likuiditas ini <em>possible<\/em> terjadi akibat tidak ada minat dari pihak lain untuk membeli atau menukar aset yang kamu punya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Risiko Inflasi<\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1-1024x683.webp\" alt=\"risiko inflasi\" class=\"wp-image-1267\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1-1024x683.webp 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1-300x200.webp 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1-768x512.webp 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1-1536x1025.webp 1536w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1-750x500.webp 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1-1140x761.webp 1140w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1.webp 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>risiko inflasi<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>selanjutnya, risiko investasi yang kedua adalah risiko inflasi atau \u00a0juga dapat disebut sebagai risiko daya beli. Inflasi\u00a0memiliki makna yaitu kenaikan harga barang atau jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Akibat adanya inflasi tersebut, nilai kas dari investasi saat ini tidak akan memiliki <em>value<\/em> yang tinggi di masa yang akan datang. Akibat kenaikan harga aset melewati batas harga konsumsi tersebut, potensi penurunan daya beli masyarakat juga dapat meningkat. Sebagai contoh, jika kamu menginvestasikan danamu sebesar 10 juta dengan tingkat inflasi per tahun sebesar 2.5%. Maka, setiap tahunnya, dana tersebut akan berkurang sebesar 250 ribu! Makanya, inflasi itu perlu jadi <em>concern<\/em> kita juga ya!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Risiko Pasar<\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar-1024x576.webp\" alt=\"risiko pasar\" class=\"wp-image-1268\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar-1024x576.webp 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar-300x169.webp 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar-768x432.webp 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar-1536x864.webp 1536w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar-750x422.webp 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar-1140x641.webp 1140w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar.webp 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>risiko pasar<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>hal selanjutnya adalah Risiko pasar yang kaitannya dengan fluktuasi atau naik turunnya nilai aset di pasar juga perlu kamu warpadai. Fluktuasi harga aset dipasar dapat terjadi akibat adanya perubahan sentimen keuangan pasar seperti obligasi dan saham. Perubahan tersebut umumnya terjadi pada kondisi kondisi tersentu seperti resesi ekonomi, kerusuhan, perubahan politik, dan lain lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Risiko Nilai Tukar Mata Uang<\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang-1024x683.webp\" alt=\"risiko nilai tukar mata uang\" class=\"wp-image-1269\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang-1024x683.webp 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang-300x200.webp 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang-768x512.webp 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang-750x500.webp 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang-1140x760.webp 1140w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang.webp 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>risiko nilai tukar mata uang<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Jenis risiko investasi ke empat adalah atau risiko nilai tukar mata uang atau juga dapat disebut sebagai risiko valuta asing. Jenis  ini berhubungan dengan adanya perubahan atau fluktuasi kurs mata uang suatu negara terhadap kurs mata uang negara lain. Risiko yang juga sering disebut&nbsp;<em>currency risk<\/em>&nbsp;dapat terjadi akibat dari adanya perubahan valuta asing di pasaran dan pada saat dikonversikan ke mata uang rupiah tidak sesuai dengan harapan. Kondisi yang memungkinkan terjadinya risiko ini adalah ketika mata uang domestik kita, <em>which means<\/em> rupiah tengah melemah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Risiko Reinvestment<\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment-1024x683.webp\" alt=\"risiko reinvestment\" class=\"wp-image-1270\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment-1024x683.webp 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment-300x200.webp 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment-768x512.webp 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment-1536x1025.webp 1536w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment-750x500.webp 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment-1140x761.webp 1140w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment.webp 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>risiko reinvestment<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Last but not least, risiko investasi yang perlu kamu waspadai adalah risiko reinvestment. Risiko investasi Reinvestment dapat terjadi ketika kamu kembali membeli suatu investasi yang bunganya lebih rendah dibandingkan yang sebelumnya. Contohnya, kamu nih beli obligasi surat utang saat tahun 2021 dengan keuntungan 5% menggunakan suku bunga tetap. Ketika tahun 2023 suku bunga obligasi itu turun menjadi 4%. Ketika kamu membeli kembali obligasi di jenis yang sama di tahun 2023, ya <em>of <\/em>course kamu gak akan bisa dapetin keuntungan yang sama seperti pada tahun 2021. Oleh karenanya, sebelum kamu melakukan sebuah investasi, kamu perlu memperhitungkan potensi imbal hasil yang bisa kamu dapatkan. Walaupun kamu udah ngerasa nyaman dan klik banget di suatu instrumen, bukan berarti instrumen tersebut akan selalu memberikan keuntungan yang optimal ya!<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-black-background-color has-black-color is-style-dots\" \/>\n\n\n\n<p>Nah, jadi gimana nih? Udah ada gambaran kan kira-kira risiko investasi apa aja yang perlu kamu sebagai seorang investor pahami, cermati, dan waspadai? Udah dong yaa! Dengan memahami jenis-jenis risiko ini, kamu yang baru akan <a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/investasi-reksadana-pasar-uang\/\">memulai investasi<\/a> bisa lebih menimbang-nimbang dulu ya sebelum menginvestasikan danamu! Biar kerugian-kerugian tak terduga itu tidak terjadi!<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu masih penasaran gak nih soal investasi? Ingin belajar investasi tapi masih takut-takut buat mulai? <em>No problemo!<\/em> Finplan hadir nih untuk bantu kamu belajar tentang investasi dengan murah, mudah, dan mantap! Langsung aja yuk cek <strong>disini!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Semoga tulisan ini bisa membuka wawasan kamu ya! <em>See you next time!<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investasi itu penting gak sih? Penting dong! Investasi itu merupakan salah satu bentuk persiapan untuk menunjang masa depan yang lebih mantap. Siapa sih yang gak mau masa depannya aman, terjamin, bahkan bisa mencapai financial freedom, idaman semua orang dong. Dengan berinvestasi, apa yang kamu impikan di masa depan seperti punya rumah minimalis tapi elit ataupun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":1274,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":null,"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[287,290],"tags":[54,149,153],"class_list":["post-1264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-investasi","tag-investasi","tag-risiko","tag-risiko-investasi"],"has_blocks":true,"blocks":[{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Investasi itu penting gak sih? Penting dong! Investasi itu merupakan salah satu bentuk persiapan untuk menunjang masa depan yang lebih mantap. Siapa sih yang gak mau masa depannya aman, terjamin, bahkan bisa mencapai financial freedom, idaman semua orang dong. Dengan berinvestasi, apa yang kamu impikan di masa depan seperti punya rumah minimalis tapi elit ataupun keinginan untuk keliling dunia, ditambah dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang matang, impianmu itu <em>possible <\/em>tercapai, lho! Eh tapi, tetap diingat ya, bahwa ketika kamu mengambil keputusan untuk berinvestasi, pasti ada juga risiko investasi.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Investasi itu penting gak sih? Penting dong! Investasi itu merupakan salah satu bentuk persiapan untuk menunjang masa depan yang lebih mantap. Siapa sih yang gak mau masa depannya aman, terjamin, bahkan bisa mencapai financial freedom, idaman semua orang dong. Dengan berinvestasi, apa yang kamu impikan di masa depan seperti punya rumah minimalis tapi elit ataupun keinginan untuk keliling dunia, ditambah dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang matang, impianmu itu <em>possible <\/em>tercapai, lho! Eh tapi, tetap diingat ya, bahwa ketika kamu mengambil keputusan untuk berinvestasi, pasti ada juga risiko investasi.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Investasi itu penting gak sih? Penting dong! Investasi itu merupakan salah satu bentuk persiapan untuk menunjang masa depan yang lebih mantap. Siapa sih yang gak mau masa depannya aman, terjamin, bahkan bisa mencapai financial freedom, idaman semua orang dong. Dengan berinvestasi, apa yang kamu impikan di masa depan seperti punya rumah minimalis tapi elit ataupun keinginan untuk keliling dunia, ditambah dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang matang, impianmu itu <em>possible <\/em>tercapai, lho! Eh tapi, tetap diingat ya, bahwa ketika kamu mengambil keputusan untuk berinvestasi, pasti ada juga risiko investasi.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>Hah, emang ada Risiko Investasi?<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>Hah, emang ada Risiko Investasi?<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hah, emang ada Risiko Investasi?<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Ada dong! Tentu, selain dapat potensi keuntungan yang bisa investor peroleh, ada juga risiko investasi yang investor bisa alami. Emang apaan sih risiko investasi tuh?<em> Well, <\/em>&nbsp;basically, risiko investasi itu merupakan potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor dari kegiatan investasi yang dilakukan. Nah, dalam proses investasi, umumnya, semakin tinggi potensi keuntungan yang dapat investor peroleh, risiko investasinya juga semakin tinggi! Sebaliknya, jika potensi keuntungannya rendah, maka risiko investasinya juga akan cenderung rendah.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Ada dong! Tentu, selain dapat potensi keuntungan yang bisa investor peroleh, ada juga risiko investasi yang investor bisa alami. Emang apaan sih risiko investasi tuh?<em> Well, <\/em>&nbsp;basically, risiko investasi itu merupakan potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor dari kegiatan investasi yang dilakukan. Nah, dalam proses investasi, umumnya, semakin tinggi potensi keuntungan yang dapat investor peroleh, risiko investasinya juga semakin tinggi! Sebaliknya, jika potensi keuntungannya rendah, maka risiko investasinya juga akan cenderung rendah.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Ada dong! Tentu, selain dapat potensi keuntungan yang bisa investor peroleh, ada juga risiko investasi yang investor bisa alami. Emang apaan sih risiko investasi tuh?<em> Well, <\/em>&nbsp;basically, risiko investasi itu merupakan potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor dari kegiatan investasi yang dilakukan. Nah, dalam proses investasi, umumnya, semakin tinggi potensi keuntungan yang dapat investor peroleh, risiko investasinya juga semakin tinggi! Sebaliknya, jika potensi keuntungannya rendah, maka risiko investasinya juga akan cenderung rendah.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Tapi tenang aja sobat Finplan! Kalau kamu tetep <em>chill,<\/em> menganalisa pasar dengan cermat, dan memahami apa aja risiko-risiko investasi yang bisa kamu alami, niscaya kamu akan terhindar dari kerugian investasi!<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Tapi tenang aja sobat Finplan! Kalau kamu tetep <em>chill,<\/em> menganalisa pasar dengan cermat, dan memahami apa aja risiko-risiko investasi yang bisa kamu alami, niscaya kamu akan terhindar dari kerugian investasi!<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Tapi tenang aja sobat Finplan! Kalau kamu tetep <em>chill,<\/em> menganalisa pasar dengan cermat, dan memahami apa aja risiko-risiko investasi yang bisa kamu alami, niscaya kamu akan terhindar dari kerugian investasi!<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>Risiko Investasi tuh ada apa aja sih?<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>Risiko Investasi tuh ada apa aja sih?<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Risiko Investasi tuh ada apa aja sih?<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Ada beberapa risiko investasi yang perlu kamu cermati dan waspadai nih, cekidot!<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Ada beberapa risiko investasi yang perlu kamu cermati dan waspadai nih, cekidot!<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Ada beberapa risiko investasi yang perlu kamu cermati dan waspadai nih, cekidot!<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3>1. Risiko likuiditas<\/h3>\n","innerContent":["\n<h3>1. Risiko likuiditas<\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Risiko likuiditas<\/h3>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"align":"center","id":1266,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas-1024x683.webp","alt":"risiko likuiditas","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas-1024x683.webp\" alt=\"risiko likuiditas\" class=\"wp-image-1266\" \/><figcaption>risiko likuiditas<\/figcaption><\/figure><\/div>\n","innerContent":["\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas-1024x683.webp\" alt=\"risiko likuiditas\" class=\"wp-image-1266\" \/><figcaption>risiko likuiditas<\/figcaption><\/figure><\/div>\n"],"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-likuiditas-1024x683.webp\" alt=\"risiko likuiditas\" class=\"wp-image-1266\" \/><figcaption>risiko likuiditas<\/figcaption><\/figure><\/div>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Likuiditas adalah risiko investasi yang perlu kamu waspadai. Likuiditas merupakan tingkat kemudahan sebuah aset untuk dapat terkonversi menjadi uang tanpa mempengaruhi harga pasarnya. Berdasarkan definisi tersebut, kita tahu bahwa risiko ini berkaitan dengan kesulitan seorang investor untuk mengubah aset menjadi uang tunai. Nah, perlu kamu pahami ya, bahwa risiko likuiditas itu berbeda dengan penurunan aset investasi.\u00a0 Risiko likuiditas ini <em>possible<\/em> terjadi akibat tidak ada minat dari pihak lain untuk membeli atau menukar aset yang kamu punya.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Likuiditas adalah risiko investasi yang perlu kamu waspadai. Likuiditas merupakan tingkat kemudahan sebuah aset untuk dapat terkonversi menjadi uang tanpa mempengaruhi harga pasarnya. Berdasarkan definisi tersebut, kita tahu bahwa risiko ini berkaitan dengan kesulitan seorang investor untuk mengubah aset menjadi uang tunai. Nah, perlu kamu pahami ya, bahwa risiko likuiditas itu berbeda dengan penurunan aset investasi.\u00a0 Risiko likuiditas ini <em>possible<\/em> terjadi akibat tidak ada minat dari pihak lain untuk membeli atau menukar aset yang kamu punya.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Likuiditas adalah risiko investasi yang perlu kamu waspadai. Likuiditas merupakan tingkat kemudahan sebuah aset untuk dapat terkonversi menjadi uang tanpa mempengaruhi harga pasarnya. Berdasarkan definisi tersebut, kita tahu bahwa risiko ini berkaitan dengan kesulitan seorang investor untuk mengubah aset menjadi uang tunai. Nah, perlu kamu pahami ya, bahwa risiko likuiditas itu berbeda dengan penurunan aset investasi.\u00a0 Risiko likuiditas ini <em>possible<\/em> terjadi akibat tidak ada minat dari pihak lain untuk membeli atau menukar aset yang kamu punya.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3>2. Risiko Inflasi<\/h3>\n","innerContent":["\n<h3>2. Risiko Inflasi<\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Risiko Inflasi<\/h3>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"align":"center","id":1267,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1-1024x683.webp","alt":"risiko inflasi","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1-1024x683.webp\" alt=\"risiko inflasi\" class=\"wp-image-1267\" \/><figcaption>risiko inflasi<\/figcaption><\/figure><\/div>\n","innerContent":["\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1-1024x683.webp\" alt=\"risiko inflasi\" class=\"wp-image-1267\" \/><figcaption>risiko inflasi<\/figcaption><\/figure><\/div>\n"],"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-inflasi-1-1024x683.webp\" alt=\"risiko inflasi\" class=\"wp-image-1267\" \/><figcaption>risiko inflasi<\/figcaption><\/figure><\/div>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>selanjutnya, risiko investasi yang kedua adalah risiko inflasi atau \u00a0juga dapat disebut sebagai risiko daya beli. Inflasi\u00a0memiliki makna yaitu kenaikan harga barang atau jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Akibat adanya inflasi tersebut, nilai kas dari investasi saat ini tidak akan memiliki <em>value<\/em> yang tinggi di masa yang akan datang. Akibat kenaikan harga aset melewati batas harga konsumsi tersebut, potensi penurunan daya beli masyarakat juga dapat meningkat. Sebagai contoh, jika kamu menginvestasikan danamu sebesar 10 juta dengan tingkat inflasi per tahun sebesar 2.5%. Maka, setiap tahunnya, dana tersebut akan berkurang sebesar 250 ribu! Makanya, inflasi itu perlu jadi <em>concern<\/em> kita juga ya!<\/p>\n","innerContent":["\n<p>selanjutnya, risiko investasi yang kedua adalah risiko inflasi atau \u00a0juga dapat disebut sebagai risiko daya beli. Inflasi\u00a0memiliki makna yaitu kenaikan harga barang atau jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Akibat adanya inflasi tersebut, nilai kas dari investasi saat ini tidak akan memiliki <em>value<\/em> yang tinggi di masa yang akan datang. Akibat kenaikan harga aset melewati batas harga konsumsi tersebut, potensi penurunan daya beli masyarakat juga dapat meningkat. Sebagai contoh, jika kamu menginvestasikan danamu sebesar 10 juta dengan tingkat inflasi per tahun sebesar 2.5%. Maka, setiap tahunnya, dana tersebut akan berkurang sebesar 250 ribu! Makanya, inflasi itu perlu jadi <em>concern<\/em> kita juga ya!<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>selanjutnya, risiko investasi yang kedua adalah risiko inflasi atau \u00a0juga dapat disebut sebagai risiko daya beli. Inflasi\u00a0memiliki makna yaitu kenaikan harga barang atau jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Akibat adanya inflasi tersebut, nilai kas dari investasi saat ini tidak akan memiliki <em>value<\/em> yang tinggi di masa yang akan datang. Akibat kenaikan harga aset melewati batas harga konsumsi tersebut, potensi penurunan daya beli masyarakat juga dapat meningkat. Sebagai contoh, jika kamu menginvestasikan danamu sebesar 10 juta dengan tingkat inflasi per tahun sebesar 2.5%. Maka, setiap tahunnya, dana tersebut akan berkurang sebesar 250 ribu! Makanya, inflasi itu perlu jadi <em>concern<\/em> kita juga ya!<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3>3. Risiko Pasar<\/h3>\n","innerContent":["\n<h3>3. Risiko Pasar<\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Risiko Pasar<\/h3>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"align":"center","id":1268,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar-1024x576.webp","alt":"risiko pasar","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar-1024x576.webp\" alt=\"risiko pasar\" class=\"wp-image-1268\" \/><figcaption>risiko pasar<\/figcaption><\/figure><\/div>\n","innerContent":["\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar-1024x576.webp\" alt=\"risiko pasar\" class=\"wp-image-1268\" \/><figcaption>risiko pasar<\/figcaption><\/figure><\/div>\n"],"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-pasar-1024x576.webp\" alt=\"risiko pasar\" class=\"wp-image-1268\" \/><figcaption>risiko pasar<\/figcaption><\/figure><\/div>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>hal selanjutnya adalah Risiko pasar yang kaitannya dengan fluktuasi atau naik turunnya nilai aset di pasar juga perlu kamu warpadai. Fluktuasi harga aset dipasar dapat terjadi akibat adanya perubahan sentimen keuangan pasar seperti obligasi dan saham. Perubahan tersebut umumnya terjadi pada kondisi kondisi tersentu seperti resesi ekonomi, kerusuhan, perubahan politik, dan lain lain.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>hal selanjutnya adalah Risiko pasar yang kaitannya dengan fluktuasi atau naik turunnya nilai aset di pasar juga perlu kamu warpadai. Fluktuasi harga aset dipasar dapat terjadi akibat adanya perubahan sentimen keuangan pasar seperti obligasi dan saham. Perubahan tersebut umumnya terjadi pada kondisi kondisi tersentu seperti resesi ekonomi, kerusuhan, perubahan politik, dan lain lain.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>hal selanjutnya adalah Risiko pasar yang kaitannya dengan fluktuasi atau naik turunnya nilai aset di pasar juga perlu kamu warpadai. Fluktuasi harga aset dipasar dapat terjadi akibat adanya perubahan sentimen keuangan pasar seperti obligasi dan saham. Perubahan tersebut umumnya terjadi pada kondisi kondisi tersentu seperti resesi ekonomi, kerusuhan, perubahan politik, dan lain lain.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3>4. Risiko Nilai Tukar Mata Uang<\/h3>\n","innerContent":["\n<h3>4. Risiko Nilai Tukar Mata Uang<\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Risiko Nilai Tukar Mata Uang<\/h3>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"align":"center","id":1269,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang-1024x683.webp","alt":"risiko nilai tukar mata uang","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang-1024x683.webp\" alt=\"risiko nilai tukar mata uang\" class=\"wp-image-1269\" \/><figcaption>risiko nilai tukar mata uang<\/figcaption><\/figure><\/div>\n","innerContent":["\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang-1024x683.webp\" alt=\"risiko nilai tukar mata uang\" class=\"wp-image-1269\" \/><figcaption>risiko nilai tukar mata uang<\/figcaption><\/figure><\/div>\n"],"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-nilai-tukar-mata-uang-1024x683.webp\" alt=\"risiko nilai tukar mata uang\" class=\"wp-image-1269\" \/><figcaption>risiko nilai tukar mata uang<\/figcaption><\/figure><\/div>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Jenis risiko investasi ke empat adalah atau risiko nilai tukar mata uang atau juga dapat disebut sebagai risiko valuta asing. Jenis  ini berhubungan dengan adanya perubahan atau fluktuasi kurs mata uang suatu negara terhadap kurs mata uang negara lain. Risiko yang juga sering disebut&nbsp;<em>currency risk<\/em>&nbsp;dapat terjadi akibat dari adanya perubahan valuta asing di pasaran dan pada saat dikonversikan ke mata uang rupiah tidak sesuai dengan harapan. Kondisi yang memungkinkan terjadinya risiko ini adalah ketika mata uang domestik kita, <em>which means<\/em> rupiah tengah melemah.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Jenis risiko investasi ke empat adalah atau risiko nilai tukar mata uang atau juga dapat disebut sebagai risiko valuta asing. Jenis  ini berhubungan dengan adanya perubahan atau fluktuasi kurs mata uang suatu negara terhadap kurs mata uang negara lain. Risiko yang juga sering disebut&nbsp;<em>currency risk<\/em>&nbsp;dapat terjadi akibat dari adanya perubahan valuta asing di pasaran dan pada saat dikonversikan ke mata uang rupiah tidak sesuai dengan harapan. Kondisi yang memungkinkan terjadinya risiko ini adalah ketika mata uang domestik kita, <em>which means<\/em> rupiah tengah melemah.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Jenis risiko investasi ke empat adalah atau risiko nilai tukar mata uang atau juga dapat disebut sebagai risiko valuta asing. Jenis  ini berhubungan dengan adanya perubahan atau fluktuasi kurs mata uang suatu negara terhadap kurs mata uang negara lain. Risiko yang juga sering disebut&nbsp;<em>currency risk<\/em>&nbsp;dapat terjadi akibat dari adanya perubahan valuta asing di pasaran dan pada saat dikonversikan ke mata uang rupiah tidak sesuai dengan harapan. Kondisi yang memungkinkan terjadinya risiko ini adalah ketika mata uang domestik kita, <em>which means<\/em> rupiah tengah melemah.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3>5. Risiko Reinvestment<\/h3>\n","innerContent":["\n<h3>5. Risiko Reinvestment<\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Risiko Reinvestment<\/h3>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"align":"center","id":1270,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment-1024x683.webp","alt":"risiko reinvestment","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment-1024x683.webp\" alt=\"risiko reinvestment\" class=\"wp-image-1270\" \/><figcaption>risiko reinvestment<\/figcaption><\/figure><\/div>\n","innerContent":["\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment-1024x683.webp\" alt=\"risiko reinvestment\" class=\"wp-image-1270\" \/><figcaption>risiko reinvestment<\/figcaption><\/figure><\/div>\n"],"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/risiko-reinvestment-1024x683.webp\" alt=\"risiko reinvestment\" class=\"wp-image-1270\" \/><figcaption>risiko reinvestment<\/figcaption><\/figure><\/div>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Last but not least, risiko investasi yang perlu kamu waspadai adalah risiko reinvestment. Risiko investasi Reinvestment dapat terjadi ketika kamu kembali membeli suatu investasi yang bunganya lebih rendah dibandingkan yang sebelumnya. Contohnya, kamu nih beli obligasi surat utang saat tahun 2021 dengan keuntungan 5% menggunakan suku bunga tetap. Ketika tahun 2023 suku bunga obligasi itu turun menjadi 4%. Ketika kamu membeli kembali obligasi di jenis yang sama di tahun 2023, ya <em>of <\/em>course kamu gak akan bisa dapetin keuntungan yang sama seperti pada tahun 2021. Oleh karenanya, sebelum kamu melakukan sebuah investasi, kamu perlu memperhitungkan potensi imbal hasil yang bisa kamu dapatkan. Walaupun kamu udah ngerasa nyaman dan klik banget di suatu instrumen, bukan berarti instrumen tersebut akan selalu memberikan keuntungan yang optimal ya!<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Last but not least, risiko investasi yang perlu kamu waspadai adalah risiko reinvestment. Risiko investasi Reinvestment dapat terjadi ketika kamu kembali membeli suatu investasi yang bunganya lebih rendah dibandingkan yang sebelumnya. Contohnya, kamu nih beli obligasi surat utang saat tahun 2021 dengan keuntungan 5% menggunakan suku bunga tetap. Ketika tahun 2023 suku bunga obligasi itu turun menjadi 4%. Ketika kamu membeli kembali obligasi di jenis yang sama di tahun 2023, ya <em>of <\/em>course kamu gak akan bisa dapetin keuntungan yang sama seperti pada tahun 2021. Oleh karenanya, sebelum kamu melakukan sebuah investasi, kamu perlu memperhitungkan potensi imbal hasil yang bisa kamu dapatkan. Walaupun kamu udah ngerasa nyaman dan klik banget di suatu instrumen, bukan berarti instrumen tersebut akan selalu memberikan keuntungan yang optimal ya!<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Last but not least, risiko investasi yang perlu kamu waspadai adalah risiko reinvestment. Risiko investasi Reinvestment dapat terjadi ketika kamu kembali membeli suatu investasi yang bunganya lebih rendah dibandingkan yang sebelumnya. Contohnya, kamu nih beli obligasi surat utang saat tahun 2021 dengan keuntungan 5% menggunakan suku bunga tetap. Ketika tahun 2023 suku bunga obligasi itu turun menjadi 4%. Ketika kamu membeli kembali obligasi di jenis yang sama di tahun 2023, ya <em>of <\/em>course kamu gak akan bisa dapetin keuntungan yang sama seperti pada tahun 2021. Oleh karenanya, sebelum kamu melakukan sebuah investasi, kamu perlu memperhitungkan potensi imbal hasil yang bisa kamu dapatkan. Walaupun kamu udah ngerasa nyaman dan klik banget di suatu instrumen, bukan berarti instrumen tersebut akan selalu memberikan keuntungan yang optimal ya!<\/p>\n"},{"blockName":"core\/separator","attrs":{"color":"black","className":"is-style-dots","opacity":"alpha-channel","tagName":"hr","lock":[],"metadata":[],"align":"","style":[],"backgroundColor":"","gradient":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-black-background-color has-black-color is-style-dots\" \/>\n","innerContent":["\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-black-background-color has-black-color is-style-dots\" \/>\n"],"rendered":"\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-black-background-color has-black-color is-style-dots\" \/>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Nah, jadi gimana nih? Udah ada gambaran kan kira-kira risiko investasi apa aja yang perlu kamu sebagai seorang investor pahami, cermati, dan waspadai? Udah dong yaa! Dengan memahami jenis-jenis risiko ini, kamu yang baru akan <a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/investasi-reksadana-pasar-uang\/\">memulai investasi<\/a> bisa lebih menimbang-nimbang dulu ya sebelum menginvestasikan danamu! Biar kerugian-kerugian tak terduga itu tidak terjadi!<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Nah, jadi gimana nih? Udah ada gambaran kan kira-kira risiko investasi apa aja yang perlu kamu sebagai seorang investor pahami, cermati, dan waspadai? Udah dong yaa! Dengan memahami jenis-jenis risiko ini, kamu yang baru akan <a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/investasi-reksadana-pasar-uang\/\">memulai investasi<\/a> bisa lebih menimbang-nimbang dulu ya sebelum menginvestasikan danamu! Biar kerugian-kerugian tak terduga itu tidak terjadi!<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Nah, jadi gimana nih? Udah ada gambaran kan kira-kira risiko investasi apa aja yang perlu kamu sebagai seorang investor pahami, cermati, dan waspadai? Udah dong yaa! Dengan memahami jenis-jenis risiko ini, kamu yang baru akan <a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/investasi-reksadana-pasar-uang\/\">memulai investasi<\/a> bisa lebih menimbang-nimbang dulu ya sebelum menginvestasikan danamu! Biar kerugian-kerugian tak terduga itu tidak terjadi!<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Kamu masih penasaran gak nih soal investasi? Ingin belajar investasi tapi masih takut-takut buat mulai? <em>No problemo!<\/em> Finplan hadir nih untuk bantu kamu belajar tentang investasi dengan murah, mudah, dan mantap! Langsung aja yuk cek <strong>disini!<\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p>Kamu masih penasaran gak nih soal investasi? Ingin belajar investasi tapi masih takut-takut buat mulai? <em>No problemo!<\/em> Finplan hadir nih untuk bantu kamu belajar tentang investasi dengan murah, mudah, dan mantap! Langsung aja yuk cek <strong>disini!<\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Kamu masih penasaran gak nih soal investasi? Ingin belajar investasi tapi masih takut-takut buat mulai? <em>No problemo!<\/em> Finplan hadir nih untuk bantu kamu belajar tentang investasi dengan murah, mudah, dan mantap! Langsung aja yuk cek <strong>disini!<\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Semoga tulisan ini bisa membuka wawasan kamu ya! <em>See you next time!<\/em><\/p>\n","innerContent":["\n<p>Semoga tulisan ini bisa membuka wawasan kamu ya! <em>See you next time!<\/em><\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Semoga tulisan ini bisa membuka wawasan kamu ya! <em>See you next time!<\/em><\/p>\n"}],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v18.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Beberapa Risiko Investasi Ini Wajib Kamu Waspadai! - Finplan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Risiko investasi itu merupakan potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor dari kegiatan investasi yang dilakukan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Beberapa Risiko Investasi Ini Wajib Kamu Waspadai! - Finplan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Risiko investasi itu merupakan potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor dari kegiatan investasi yang dilakukan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Finplan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-21T03:40:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-01T12:21:17+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai.webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/\",\"name\":\"Finplan\",\"description\":\"Komunitas belajar investasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai.webp\",\"width\":1920,\"height\":1280,\"caption\":\"Beberapa Risiko Investasi Ini Wajib Kamu Waspadai\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/\",\"name\":\"Beberapa Risiko Investasi Ini Wajib Kamu Waspadai! - Finplan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-11-21T03:40:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-01T12:21:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/ea1d832cc03268670320a9280027b912\"},\"description\":\"Risiko investasi itu merupakan potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor dari kegiatan investasi yang dilakukan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beberapa Risiko Investasi Ini Wajib Kamu Waspadai!\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/ea1d832cc03268670320a9280027b912\",\"name\":\"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/49e5ba67cf5ca9c5fe0c7ecb6acbc757b8e2a4698222718347f25ece0dbd6662?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/49e5ba67cf5ca9c5fe0c7ecb6acbc757b8e2a4698222718347f25ece0dbd6662?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany\"},\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/author\/indah-cikal\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Beberapa Risiko Investasi Ini Wajib Kamu Waspadai! - Finplan","description":"Risiko investasi itu merupakan potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor dari kegiatan investasi yang dilakukan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Beberapa Risiko Investasi Ini Wajib Kamu Waspadai! - Finplan","og_description":"Risiko investasi itu merupakan potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor dari kegiatan investasi yang dilakukan.","og_url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/","og_site_name":"Finplan","article_published_time":"2022-11-21T03:40:39+00:00","article_modified_time":"2023-03-01T12:21:17+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai.webp","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/","name":"Finplan","description":"Komunitas belajar investasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/#primaryimage","inLanguage":"id","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai.webp","contentUrl":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai.webp","width":1920,"height":1280,"caption":"Beberapa Risiko Investasi Ini Wajib Kamu Waspadai"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/#webpage","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/","name":"Beberapa Risiko Investasi Ini Wajib Kamu Waspadai! - Finplan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-11-21T03:40:39+00:00","dateModified":"2023-03-01T12:21:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/ea1d832cc03268670320a9280027b912"},"description":"Risiko investasi itu merupakan potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor dari kegiatan investasi yang dilakukan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/beberapa-risiko-investasi-ini-wajib-kamu-waspadai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beberapa Risiko Investasi Ini Wajib Kamu Waspadai!"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/ea1d832cc03268670320a9280027b912","name":"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#personlogo","inLanguage":"id","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/49e5ba67cf5ca9c5fe0c7ecb6acbc757b8e2a4698222718347f25ece0dbd6662?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/49e5ba67cf5ca9c5fe0c7ecb6acbc757b8e2a4698222718347f25ece0dbd6662?s=96&d=mm&r=g","caption":"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany"},"url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/author\/indah-cikal\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1264"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1947,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1264\/revisions\/1947"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}