{"id":318,"date":"2022-04-15T10:12:32","date_gmt":"2022-04-15T03:12:32","guid":{"rendered":"https:\/\/finplan.id\/blog\/?p=318"},"modified":"2023-02-15T10:56:53","modified_gmt":"2023-02-15T03:56:53","slug":"saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/","title":{"rendered":"Saham BUMI : Alasan Berinvestasi Jangan ditinggal Tidur"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalian investor yang angkatan corona <em><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">(read:Investor baru 2020 keatas)<\/span> <\/em>mungkin menganggap bahwa saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) adalah saham gorengan, namun <strong>pada masanya ditahun 2008, saham ini dapat dikategorikan sebagai saham <em><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/saham-bluechip-penjelasan-dan-kriteria\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bluechip<\/a><\/em>.<\/strong> Kenapa demikian? Ayo kita bedah satu per satu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>All Time High saham BUMI ada di 8000an<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2008, harga saham BUMI adalah 8000 per lembar. Dan jika mengingat kebijakan dari BEI pada tahun 2008 bahwa membeli saham minimal 1 lot, yang pada saat itu 1 lot berisi 500 lembar&nbsp; saham.<\/p>\n\n\n\n<p>Berarti pada tahun 2008, untuk membeli 1 lot, kita membutuhkan uang sebanyak 4 juta rupiah. 4 juta cuy! Dan salah satu konsep keuangan yaitu time value of money tentunya kita tau bahwa nilai 4 juta pada tahun 2008 tidak lah setara dengan 4 juta pada tahun ini. Karena adanya inflasi, dan faktor lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel ini dibuat, yaitu di tahun 2022, nilai 4 juta tersebut senilai dengan 6 juta hampir 7 juta kurang 5,638 lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan uang 6 juta rupiah saat ini, bisa tebak berapa lot saham BUMI yang bisa kita beli?<\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat artikel ini dibuat, BEI telah merubah kebijakan 1 lot menjadi 100 lembar saham. Dan harga bumi telah merosot jauh sekali dari harga tertingginya menjadi 66\/lembar <em>(8 April 2022)<\/em>. Berarti kita bisa membeli sebanyak 106,060 lembar atau 1060 lot. Cukup banyak bukan jika kita membandingkan dengan tahun 2008 yang hanya bisa membeli 1 lot? Lantas kenapa harga saham BUMI bisa merosot hampir 100%?<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-1-edited.png\" alt=\"timeline inflasi di Indonesia tahun 2008 - 2022\" class=\"wp-image-320\" width=\"1089\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-1-edited.png 1180w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-1-edited-300x225.png 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-1-edited-1024x768.png 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-1-edited-768x576.png 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-1-edited-750x563.png 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-1-edited-1140x855.png 1140w\" sizes=\"(max-width: 1180px) 100vw, 1180px\" \/><figcaption><em>sumber :<a href=\"https:\/\/www.inflationtool.com\/indonesian-rupiah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> kalkulator inflasi<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ini baru namanya Bumi datar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Harga saham BUMI sendiri sempat terdiam di harga 50. Diam dan tidak bergerak kemana mana, karena masih banyak orang yang ingin keluar dari saham ini dan pembelinya masih sedikit. Sampai ada waktu itu istilah \u201cbumi datar\u201d. Saya bukan ahli konspirasi, namun melihat chart memang BUMI itu datar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"611\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-1-1024x611.png\" alt=\"grafik saham BUMI cenderung datar\" class=\"wp-image-321\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-1-1024x611.png 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-1-300x179.png 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-1-768x459.png 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-1-750x448.png 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-1-1140x681.png 1140w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-1.png 1410w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><em>sumber: Tradingview<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kita bisa lihat bahwa harganya datar di 50 dalam waktu yang cukup lama, yaitu hampir satu tahun. Sempat ada perlawanan sedikit, kemudian kembali datar.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada masalah apa sebenarnya sehingga menyebabkan harga saham BUMI merosot dalam?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Saham BUMI dan Bakrie<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized wp-duotone-000000-fcff41-1\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-1024x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-322\" width=\"370\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-150x150.jpg 150w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-768x768.jpg 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-75x75.jpg 75w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-350x350.jpg 350w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-750x750.jpg 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 370px) 100vw, 370px\" \/><figcaption><em>sumber : <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/iwanfals\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Instagram Iwan Fals<\/a><\/em> <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><em>\u201c<\/em><\/strong><em>Laju sepeda kumbang di jalan berlubang<\/em><em><br>Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang<br>Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang<br>Banyak polisi bawa senjata berwajah garang\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Penggalan lagu oemar bakri karya Iwan Fals.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi bukan Bakrie yang itu yang memiliki kaitan dengan saham BUMI. Melainkan <strong>Bakrie Capital, yang pada tahun 1997 menguasai lebih dari 50% saham BUMI.<\/strong> Pada saat itu Bakrie Capital juga sampai mengakuisisi PT Kaltim Prima Coal yang bergerak pada pertambangan batu bara. Sehingga hal ini menjadikan BUMI sebagai salah satu perusahaan eksport batu bara terbesar di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pada tahun 2006-2008 saham BUMI ini menjadi primadona di pasar modal Indonesia. <\/strong>Bagaimana tidak? Harga sahamnya dari 600, naik hingga menjadi 8000an. Dan pada saat itu juga, pak Aburizal Bakrie memiliki peran di pemerintahan pak SBY. Beliau memegang peranan sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apakah karna pak Bakrie menjadi menteri maka harganya meroket?<\/strong> Ya bisa saja seperti itu. Namun ada <em>global event<\/em> juga pada saat itu, yaitu harga batu bara melonjak tinggi juga, yang mana batu bara sendiri merupakan <em>revenue stream<\/em> dari BUMI, maka dari itu ketika harga batu bara naik, emiten batu bara lainnya juga akan naik.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petaka 1 : Lehman Brother<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized wp-duotone-000000-fcff41-2\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_173796914.jpg\" alt=\"Lehman Brothers\" class=\"wp-image-323\" width=\"449\" height=\"301\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_173796914.jpg 500w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_173796914-300x201.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 449px) 100vw, 449px\" \/><figcaption><em>sumber : <a href=\"https:\/\/www.shutterstock.com\/image-photo\/december-2013-berlin-logo-brand-lehman-173796914\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Lehman Brothers<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Pernah dengar mengenai Lehman Brothers? Salah satu <em>major global event<\/em> yang sangat berpengaruh terhadap pasar keuangan global.<strong> Pada september 2008, Lehman Brothers menyatakan bangkrut.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini membuat indeks indeks saham global jatuh dan merah berdarah darah. Kenapa bangkrutnya Lehman Brothers bisa berdampak ke seluruh dunia? Karena Lehman Brothers merupakan perusahaan investment banking terbesar di AS yang sudah berdiri cukup lama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kenapa mereka bangkrut? Ada kejadian Subprime Mortage di AS pada saat itu.<\/strong> Subprime Mortgage sendiri adalah fenomena hancurnya sektor properti karena kredit macet. Dan investasi terbesar Lehman Brothers yaitu pada bidang kredit properti.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat itu nilai investasi Lehman Brothers menjadi sangat hancur dan kacau, <strong>sehingga Lehman Brothers mengajukan bangkrut.<\/strong> Melihat hal ini, banyak investor yang menjadi <em>panic<\/em> dan terjadilah<strong><em> panic selling<\/em> besar besaran di seluruh dunia<\/strong>. Dan karena hal ini, IHSG yang pada saat itu berada di 2800, terjun ke 1100.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"611\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-1-1024x611.png\" alt=\"grafik IHSG turun karena efek bangkrutnya Lehman Brothers\" class=\"wp-image-324\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-1-1024x611.png 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-1-300x179.png 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-1-768x459.png 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-1-750x448.png 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-1-1140x681.png 1140w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-1.png 1410w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><em>sumber : Tradingview<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petaka 2 : Kondisi Keuangan Saham BUMI<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Nah selain permasalahan eksternal seperti tadi. <strong>Ada juga permasalahan internal, yaitu kondisi keuangan<\/strong> <strong>yang jelek<\/strong>, terus merugi, dan mencatatkan utang yang cukup banyak khususnya ke China melalui China Investment Corporate yang merupakan <em>sovreign wealth fund <\/em>China.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan untuk pertama kali<strong> pada tahun 2012, saham BUMI mengalami kerugian sampai triliunan rupiah<\/strong>. Sehingga hal ini menyebabkan harga saham BUMI kembali tertekan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petaka 3 : Bakrie vs Rotschild<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Pada saat laporan keuangan saham BUMI yang buruk, terjadi juga <strong>perselisihan di dalam manajemen BUMI<\/strong>. Terjadi perselisihan antara grup Bakrie dengan Rotschild. Rotschild sendiri merupakan grup bangsawan yang berasal dari Inggris. Rotschild menuduh bahwa adanya penggelapan dana yang dilakukan oleh grup Bakrie.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petaka 4 : Saham BUMI digadaikan<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Saham BUMI sendiri sempat digadaikan ke beberapa pihak agar perusahaan bisa mendapatkan dana, <\/strong>namun sayangnya perusahaan tidak melakukan buyback. Sehingga saham didistribusikan secara masif. Hal ini juga menyebabkan sedikitnya persentase kepemilikan oleh perusahaan, lebih banyak dimiliki oleh publik (ritel).<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi dapat kita lihat bahwa permasalahan bermula ketika Lehman Brothers bangkrut, dan semakin parah karena kinerja perusahaan yang buruk serta GCG yang kurang baik. Carut marutnya permasalahan menyebabkan saham BUMI tertidur di 50.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>BUMI sudah tidak datar lagi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Pada tahun 2016, BUMI melakukan resturukturisasi hutang mereka yang senilai 35 Triliun.<\/strong> Retrukturisasi ini menarik untuk investor, karena akan ada hutang yang dikonversi menjadi saham dengan harga tebus 926. Karena hal ini, saham BUMI naik hingga nilai 300an. Optimisme pasar terhadap saham BUMI sangat tinggi. Saham BUMI mencapai titik tertinggi&nbsp; hingga nilai 500an pada saat itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun tidak bertahan lama, harga saham BUMI terus turun. Hingga akhirnya pada tahun 2020 harga sahamnya kembali ke harga 50. Dan kembali bangkit lagi di tahun 2021.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Walaupun sudah bangkit kembali harganya, namun mengapa harga tidak bisa kembali lagi seperti dulu?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sepertinya hal ini disebabkan oleh kepercayaan dari investor yang sudah berkurang karena serangkaian permasalahan yang dimiliki oleh BUMI, dan juga <strong>komposisi pemegang saham BUMI yang lebih dari 70% dimiliki oleh masyarakat.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Walaupun kita memiliki niat untuk menjadi investor dengan jangka waktu yang panjang sekali (lebih dari 5 tahun), <strong>kita harus tetap memperhatikan fundamental perusahaan setiap kali merilis laporan keuangan. <\/strong>Tidak perlu setiap quartal, minimal satu tahun sekali. Dan kita harus terus rajin melakukan <em>update<\/em> terhadap berita emiten yang kita miliki. Jangan hanya membeli terus ditinggal tidur. Apalagi emiten yang bergerak di sektor siklikal seperti BUMI ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lalu bukan hanya laporan keuangan yang penting untuk kita lihat, namun juga manajemen dari perusahaan, <\/strong>seperti apakah perusahaan memiliki masalah dengan perusahaan atau grup lain, apakah perusahaan memiliki permasalah hukum, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang terakhir,<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jangan ragu atau takut melakukan cutloss!<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian investor yang angkatan corona (read:Investor baru 2020 keatas) mungkin menganggap bahwa saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) adalah saham gorengan, namun pada masanya ditahun 2008, saham ini dapat dikategorikan sebagai saham Bluechip. Kenapa demikian? Ayo kita bedah satu per satu. All Time High saham BUMI ada di 8000an Pada tahun 2008, harga saham BUMI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1833,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":null,"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[287,291],"tags":[56,49,57,58,55,50,54,53],"class_list":["post-318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-saham","tag-analisa-fundamental","tag-analisa-saham","tag-bakrie","tag-bakrie-capital","tag-cara-investasi","tag-fundamental-saham","tag-investasi","tag-saham-bumi"],"has_blocks":true,"blocks":[{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Kalian investor yang angkatan corona <em><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">(read:Investor baru 2020 keatas)<\/span> <\/em>mungkin menganggap bahwa saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) adalah saham gorengan, namun <strong>pada masanya ditahun 2008, saham ini dapat dikategorikan sebagai saham <em><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/saham-bluechip-penjelasan-dan-kriteria\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bluechip<\/a><\/em>.<\/strong> Kenapa demikian? Ayo kita bedah satu per satu.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Kalian investor yang angkatan corona <em><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">(read:Investor baru 2020 keatas)<\/span> <\/em>mungkin menganggap bahwa saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) adalah saham gorengan, namun <strong>pada masanya ditahun 2008, saham ini dapat dikategorikan sebagai saham <em><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/saham-bluechip-penjelasan-dan-kriteria\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bluechip<\/a><\/em>.<\/strong> Kenapa demikian? Ayo kita bedah satu per satu.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Kalian investor yang angkatan corona <em><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">(read:Investor baru 2020 keatas)<\/span> <\/em>mungkin menganggap bahwa saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) adalah saham gorengan, namun <strong>pada masanya ditahun 2008, saham ini dapat dikategorikan sebagai saham <em><a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/saham-bluechip-penjelasan-dan-kriteria\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bluechip<\/a><\/em>.<\/strong> Kenapa demikian? Ayo kita bedah satu per satu.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>All Time High saham BUMI ada di 8000an<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>All Time High saham BUMI ada di 8000an<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>All Time High saham BUMI ada di 8000an<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Pada tahun 2008, harga saham BUMI adalah 8000 per lembar. Dan jika mengingat kebijakan dari BEI pada tahun 2008 bahwa membeli saham minimal 1 lot, yang pada saat itu 1 lot berisi 500 lembar&nbsp; saham.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Pada tahun 2008, harga saham BUMI adalah 8000 per lembar. Dan jika mengingat kebijakan dari BEI pada tahun 2008 bahwa membeli saham minimal 1 lot, yang pada saat itu 1 lot berisi 500 lembar&nbsp; saham.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Pada tahun 2008, harga saham BUMI adalah 8000 per lembar. Dan jika mengingat kebijakan dari BEI pada tahun 2008 bahwa membeli saham minimal 1 lot, yang pada saat itu 1 lot berisi 500 lembar&nbsp; saham.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Berarti pada tahun 2008, untuk membeli 1 lot, kita membutuhkan uang sebanyak 4 juta rupiah. 4 juta cuy! Dan salah satu konsep keuangan yaitu time value of money tentunya kita tau bahwa nilai 4 juta pada tahun 2008 tidak lah setara dengan 4 juta pada tahun ini. Karena adanya inflasi, dan faktor lainnya.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Berarti pada tahun 2008, untuk membeli 1 lot, kita membutuhkan uang sebanyak 4 juta rupiah. 4 juta cuy! Dan salah satu konsep keuangan yaitu time value of money tentunya kita tau bahwa nilai 4 juta pada tahun 2008 tidak lah setara dengan 4 juta pada tahun ini. Karena adanya inflasi, dan faktor lainnya.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Berarti pada tahun 2008, untuk membeli 1 lot, kita membutuhkan uang sebanyak 4 juta rupiah. 4 juta cuy! Dan salah satu konsep keuangan yaitu time value of money tentunya kita tau bahwa nilai 4 juta pada tahun 2008 tidak lah setara dengan 4 juta pada tahun ini. Karena adanya inflasi, dan faktor lainnya.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Pada artikel ini dibuat, yaitu di tahun 2022, nilai 4 juta tersebut senilai dengan 6 juta hampir 7 juta kurang 5,638 lagi.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Pada artikel ini dibuat, yaitu di tahun 2022, nilai 4 juta tersebut senilai dengan 6 juta hampir 7 juta kurang 5,638 lagi.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Pada artikel ini dibuat, yaitu di tahun 2022, nilai 4 juta tersebut senilai dengan 6 juta hampir 7 juta kurang 5,638 lagi.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Dengan uang 6 juta rupiah saat ini, bisa tebak berapa lot saham BUMI yang bisa kita beli?<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Dengan uang 6 juta rupiah saat ini, bisa tebak berapa lot saham BUMI yang bisa kita beli?<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Dengan uang 6 juta rupiah saat ini, bisa tebak berapa lot saham BUMI yang bisa kita beli?<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Pada saat artikel ini dibuat, BEI telah merubah kebijakan 1 lot menjadi 100 lembar saham. Dan harga bumi telah merosot jauh sekali dari harga tertingginya menjadi 66\/lembar <em>(8 April 2022)<\/em>. Berarti kita bisa membeli sebanyak 106,060 lembar atau 1060 lot. Cukup banyak bukan jika kita membandingkan dengan tahun 2008 yang hanya bisa membeli 1 lot? Lantas kenapa harga saham BUMI bisa merosot hampir 100%?<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Pada saat artikel ini dibuat, BEI telah merubah kebijakan 1 lot menjadi 100 lembar saham. Dan harga bumi telah merosot jauh sekali dari harga tertingginya menjadi 66\/lembar <em>(8 April 2022)<\/em>. Berarti kita bisa membeli sebanyak 106,060 lembar atau 1060 lot. Cukup banyak bukan jika kita membandingkan dengan tahun 2008 yang hanya bisa membeli 1 lot? Lantas kenapa harga saham BUMI bisa merosot hampir 100%?<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Pada saat artikel ini dibuat, BEI telah merubah kebijakan 1 lot menjadi 100 lembar saham. Dan harga bumi telah merosot jauh sekali dari harga tertingginya menjadi 66\/lembar <em>(8 April 2022)<\/em>. Berarti kita bisa membeli sebanyak 106,060 lembar atau 1060 lot. Cukup banyak bukan jika kita membandingkan dengan tahun 2008 yang hanya bisa membeli 1 lot? Lantas kenapa harga saham BUMI bisa merosot hampir 100%?<\/p>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":320,"width":1089,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-1-edited.png","alt":"timeline inflasi di Indonesia tahun 2008 - 2022","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-1-edited.png\" alt=\"timeline inflasi di Indonesia tahun 2008 - 2022\" class=\"wp-image-320\" width=\"1089\"\/><figcaption><em>sumber :<a href=\"https:\/\/www.inflationtool.com\/indonesian-rupiah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> kalkulator inflasi<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-1-edited.png\" alt=\"timeline inflasi di Indonesia tahun 2008 - 2022\" class=\"wp-image-320\" width=\"1089\"\/><figcaption><em>sumber :<a href=\"https:\/\/www.inflationtool.com\/indonesian-rupiah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> kalkulator inflasi<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-1-edited.png\" alt=\"timeline inflasi di Indonesia tahun 2008 - 2022\" class=\"wp-image-320\" width=\"1089\"\/><figcaption><em>sumber :<a href=\"https:\/\/www.inflationtool.com\/indonesian-rupiah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> kalkulator inflasi<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>Ini baru namanya Bumi datar<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>Ini baru namanya Bumi datar<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ini baru namanya Bumi datar<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Harga saham BUMI sendiri sempat terdiam di harga 50. Diam dan tidak bergerak kemana mana, karena masih banyak orang yang ingin keluar dari saham ini dan pembelinya masih sedikit. Sampai ada waktu itu istilah \u201cbumi datar\u201d. Saya bukan ahli konspirasi, namun melihat chart memang BUMI itu datar.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Harga saham BUMI sendiri sempat terdiam di harga 50. Diam dan tidak bergerak kemana mana, karena masih banyak orang yang ingin keluar dari saham ini dan pembelinya masih sedikit. Sampai ada waktu itu istilah \u201cbumi datar\u201d. Saya bukan ahli konspirasi, namun melihat chart memang BUMI itu datar.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Harga saham BUMI sendiri sempat terdiam di harga 50. Diam dan tidak bergerak kemana mana, karena masih banyak orang yang ingin keluar dari saham ini dan pembelinya masih sedikit. Sampai ada waktu itu istilah \u201cbumi datar\u201d. Saya bukan ahli konspirasi, namun melihat chart memang BUMI itu datar.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":321,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-1-1024x611.png","alt":"grafik saham BUMI cenderung datar","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-1-1024x611.png\" alt=\"grafik saham BUMI cenderung datar\" class=\"wp-image-321\"\/><figcaption><em>sumber: Tradingview<\/em><\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-1-1024x611.png\" alt=\"grafik saham BUMI cenderung datar\" class=\"wp-image-321\"\/><figcaption><em>sumber: Tradingview<\/em><\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-1-1024x611.png\" alt=\"grafik saham BUMI cenderung datar\" class=\"wp-image-321\"\/><figcaption><em>sumber: Tradingview<\/em><\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Kita bisa lihat bahwa harganya datar di 50 dalam waktu yang cukup lama, yaitu hampir satu tahun. Sempat ada perlawanan sedikit, kemudian kembali datar.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Kita bisa lihat bahwa harganya datar di 50 dalam waktu yang cukup lama, yaitu hampir satu tahun. Sempat ada perlawanan sedikit, kemudian kembali datar.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Kita bisa lihat bahwa harganya datar di 50 dalam waktu yang cukup lama, yaitu hampir satu tahun. Sempat ada perlawanan sedikit, kemudian kembali datar.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Ada masalah apa sebenarnya sehingga menyebabkan harga saham BUMI merosot dalam?<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Ada masalah apa sebenarnya sehingga menyebabkan harga saham BUMI merosot dalam?<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Ada masalah apa sebenarnya sehingga menyebabkan harga saham BUMI merosot dalam?<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>Saham BUMI dan Bakrie<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>Saham BUMI dan Bakrie<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Saham BUMI dan Bakrie<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":322,"width":370,"height":370,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","style":{"color":{"duotone":["#000000","#fcff41"]}},"blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-1024x1024.jpg","alt":"","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-1024x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-322\" width=\"370\" height=\"370\"\/><figcaption><em>sumber : <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/iwanfals\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Instagram Iwan Fals<\/a><\/em> <\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-1024x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-322\" width=\"370\" height=\"370\"\/><figcaption><em>sumber : <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/iwanfals\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Instagram Iwan Fals<\/a><\/em> <\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized wp-duotone-000000-fcff41-3\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/instadp_iwanfals_full_size-1024x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-322\" width=\"370\" height=\"370\"\/><figcaption><em>sumber : <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/iwanfals\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Instagram Iwan Fals<\/a><\/em> <\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong><em>\u201c<\/em><\/strong><em>Laju sepeda kumbang di jalan berlubang<\/em><em><br>Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang<br>Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang<br>Banyak polisi bawa senjata berwajah garang\u201d<\/em><\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong><em>\u201c<\/em><\/strong><em>Laju sepeda kumbang di jalan berlubang<\/em><em><br>Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang<br>Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang<br>Banyak polisi bawa senjata berwajah garang\u201d<\/em><\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong><em>\u201c<\/em><\/strong><em>Laju sepeda kumbang di jalan berlubang<\/em><em><br>Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang<br>Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang<br>Banyak polisi bawa senjata berwajah garang\u201d<\/em><\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Penggalan lagu oemar bakri karya Iwan Fals.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Penggalan lagu oemar bakri karya Iwan Fals.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Penggalan lagu oemar bakri karya Iwan Fals.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Tapi bukan Bakrie yang itu yang memiliki kaitan dengan saham BUMI. Melainkan <strong>Bakrie Capital, yang pada tahun 1997 menguasai lebih dari 50% saham BUMI.<\/strong> Pada saat itu Bakrie Capital juga sampai mengakuisisi PT Kaltim Prima Coal yang bergerak pada pertambangan batu bara. Sehingga hal ini menjadikan BUMI sebagai salah satu perusahaan eksport batu bara terbesar di Indonesia.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Tapi bukan Bakrie yang itu yang memiliki kaitan dengan saham BUMI. Melainkan <strong>Bakrie Capital, yang pada tahun 1997 menguasai lebih dari 50% saham BUMI.<\/strong> Pada saat itu Bakrie Capital juga sampai mengakuisisi PT Kaltim Prima Coal yang bergerak pada pertambangan batu bara. Sehingga hal ini menjadikan BUMI sebagai salah satu perusahaan eksport batu bara terbesar di Indonesia.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Tapi bukan Bakrie yang itu yang memiliki kaitan dengan saham BUMI. Melainkan <strong>Bakrie Capital, yang pada tahun 1997 menguasai lebih dari 50% saham BUMI.<\/strong> Pada saat itu Bakrie Capital juga sampai mengakuisisi PT Kaltim Prima Coal yang bergerak pada pertambangan batu bara. Sehingga hal ini menjadikan BUMI sebagai salah satu perusahaan eksport batu bara terbesar di Indonesia.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong>Pada tahun 2006-2008 saham BUMI ini menjadi primadona di pasar modal Indonesia. <\/strong>Bagaimana tidak? Harga sahamnya dari 600, naik hingga menjadi 8000an. Dan pada saat itu juga, pak Aburizal Bakrie memiliki peran di pemerintahan pak SBY. Beliau memegang peranan sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.<\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong>Pada tahun 2006-2008 saham BUMI ini menjadi primadona di pasar modal Indonesia. <\/strong>Bagaimana tidak? Harga sahamnya dari 600, naik hingga menjadi 8000an. Dan pada saat itu juga, pak Aburizal Bakrie memiliki peran di pemerintahan pak SBY. Beliau memegang peranan sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong>Pada tahun 2006-2008 saham BUMI ini menjadi primadona di pasar modal Indonesia. <\/strong>Bagaimana tidak? Harga sahamnya dari 600, naik hingga menjadi 8000an. Dan pada saat itu juga, pak Aburizal Bakrie memiliki peran di pemerintahan pak SBY. Beliau memegang peranan sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong>Apakah karna pak Bakrie menjadi menteri maka harganya meroket?<\/strong> Ya bisa saja seperti itu. Namun ada <em>global event<\/em> juga pada saat itu, yaitu harga batu bara melonjak tinggi juga, yang mana batu bara sendiri merupakan <em>revenue stream<\/em> dari BUMI, maka dari itu ketika harga batu bara naik, emiten batu bara lainnya juga akan naik.<\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong>Apakah karna pak Bakrie menjadi menteri maka harganya meroket?<\/strong> Ya bisa saja seperti itu. Namun ada <em>global event<\/em> juga pada saat itu, yaitu harga batu bara melonjak tinggi juga, yang mana batu bara sendiri merupakan <em>revenue stream<\/em> dari BUMI, maka dari itu ketika harga batu bara naik, emiten batu bara lainnya juga akan naik.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong>Apakah karna pak Bakrie menjadi menteri maka harganya meroket?<\/strong> Ya bisa saja seperti itu. Namun ada <em>global event<\/em> juga pada saat itu, yaitu harga batu bara melonjak tinggi juga, yang mana batu bara sendiri merupakan <em>revenue stream<\/em> dari BUMI, maka dari itu ketika harga batu bara naik, emiten batu bara lainnya juga akan naik.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":4,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h4><strong>Petaka 1 : Lehman Brother<\/strong><\/h4>\n","innerContent":["\n<h4><strong>Petaka 1 : Lehman Brother<\/strong><\/h4>\n"],"rendered":"\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petaka 1 : Lehman Brother<\/strong><\/h4>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":323,"width":449,"height":301,"sizeSlug":"full","linkDestination":"none","style":{"color":{"duotone":["#000000","#fcff41"]}},"blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_173796914.jpg","alt":"Lehman Brothers","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_173796914.jpg\" alt=\"Lehman Brothers\" class=\"wp-image-323\" width=\"449\" height=\"301\"\/><figcaption><em>sumber : <a href=\"https:\/\/www.shutterstock.com\/image-photo\/december-2013-berlin-logo-brand-lehman-173796914\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Lehman Brothers<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_173796914.jpg\" alt=\"Lehman Brothers\" class=\"wp-image-323\" width=\"449\" height=\"301\"\/><figcaption><em>sumber : <a href=\"https:\/\/www.shutterstock.com\/image-photo\/december-2013-berlin-logo-brand-lehman-173796914\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Lehman Brothers<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized wp-duotone-000000-fcff41-4\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_173796914.jpg\" alt=\"Lehman Brothers\" class=\"wp-image-323\" width=\"449\" height=\"301\"\/><figcaption><em>sumber : <a href=\"https:\/\/www.shutterstock.com\/image-photo\/december-2013-berlin-logo-brand-lehman-173796914\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Lehman Brothers<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Pernah dengar mengenai Lehman Brothers? Salah satu <em>major global event<\/em> yang sangat berpengaruh terhadap pasar keuangan global.<strong> Pada september 2008, Lehman Brothers menyatakan bangkrut.<\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p>Pernah dengar mengenai Lehman Brothers? Salah satu <em>major global event<\/em> yang sangat berpengaruh terhadap pasar keuangan global.<strong> Pada september 2008, Lehman Brothers menyatakan bangkrut.<\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Pernah dengar mengenai Lehman Brothers? Salah satu <em>major global event<\/em> yang sangat berpengaruh terhadap pasar keuangan global.<strong> Pada september 2008, Lehman Brothers menyatakan bangkrut.<\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Hal ini membuat indeks indeks saham global jatuh dan merah berdarah darah. Kenapa bangkrutnya Lehman Brothers bisa berdampak ke seluruh dunia? Karena Lehman Brothers merupakan perusahaan investment banking terbesar di AS yang sudah berdiri cukup lama.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Hal ini membuat indeks indeks saham global jatuh dan merah berdarah darah. Kenapa bangkrutnya Lehman Brothers bisa berdampak ke seluruh dunia? Karena Lehman Brothers merupakan perusahaan investment banking terbesar di AS yang sudah berdiri cukup lama.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Hal ini membuat indeks indeks saham global jatuh dan merah berdarah darah. Kenapa bangkrutnya Lehman Brothers bisa berdampak ke seluruh dunia? Karena Lehman Brothers merupakan perusahaan investment banking terbesar di AS yang sudah berdiri cukup lama.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong>Kenapa mereka bangkrut? Ada kejadian Subprime Mortage di AS pada saat itu.<\/strong> Subprime Mortgage sendiri adalah fenomena hancurnya sektor properti karena kredit macet. Dan investasi terbesar Lehman Brothers yaitu pada bidang kredit properti.<\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong>Kenapa mereka bangkrut? Ada kejadian Subprime Mortage di AS pada saat itu.<\/strong> Subprime Mortgage sendiri adalah fenomena hancurnya sektor properti karena kredit macet. Dan investasi terbesar Lehman Brothers yaitu pada bidang kredit properti.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong>Kenapa mereka bangkrut? Ada kejadian Subprime Mortage di AS pada saat itu.<\/strong> Subprime Mortgage sendiri adalah fenomena hancurnya sektor properti karena kredit macet. Dan investasi terbesar Lehman Brothers yaitu pada bidang kredit properti.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Pada saat itu nilai investasi Lehman Brothers menjadi sangat hancur dan kacau, <strong>sehingga Lehman Brothers mengajukan bangkrut.<\/strong> Melihat hal ini, banyak investor yang menjadi <em>panic<\/em> dan terjadilah<strong><em> panic selling<\/em> besar besaran di seluruh dunia<\/strong>. Dan karena hal ini, IHSG yang pada saat itu berada di 2800, terjun ke 1100.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Pada saat itu nilai investasi Lehman Brothers menjadi sangat hancur dan kacau, <strong>sehingga Lehman Brothers mengajukan bangkrut.<\/strong> Melihat hal ini, banyak investor yang menjadi <em>panic<\/em> dan terjadilah<strong><em> panic selling<\/em> besar besaran di seluruh dunia<\/strong>. Dan karena hal ini, IHSG yang pada saat itu berada di 2800, terjun ke 1100.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Pada saat itu nilai investasi Lehman Brothers menjadi sangat hancur dan kacau, <strong>sehingga Lehman Brothers mengajukan bangkrut.<\/strong> Melihat hal ini, banyak investor yang menjadi <em>panic<\/em> dan terjadilah<strong><em> panic selling<\/em> besar besaran di seluruh dunia<\/strong>. Dan karena hal ini, IHSG yang pada saat itu berada di 2800, terjun ke 1100.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":324,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-1-1024x611.png","alt":"grafik IHSG turun karena efek bangkrutnya Lehman Brothers","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-1-1024x611.png\" alt=\"grafik IHSG turun karena efek bangkrutnya Lehman Brothers\" class=\"wp-image-324\"\/><figcaption><em>sumber : Tradingview<\/em><\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-1-1024x611.png\" alt=\"grafik IHSG turun karena efek bangkrutnya Lehman Brothers\" class=\"wp-image-324\"\/><figcaption><em>sumber : Tradingview<\/em><\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-1-1024x611.png\" alt=\"grafik IHSG turun karena efek bangkrutnya Lehman Brothers\" class=\"wp-image-324\"\/><figcaption><em>sumber : Tradingview<\/em><\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":4,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h4><strong>Petaka 2 : Kondisi Keuangan Saham BUMI<\/strong><\/h4>\n","innerContent":["\n<h4><strong>Petaka 2 : Kondisi Keuangan Saham BUMI<\/strong><\/h4>\n"],"rendered":"\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petaka 2 : Kondisi Keuangan Saham BUMI<\/strong><\/h4>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Nah selain permasalahan eksternal seperti tadi. <strong>Ada juga permasalahan internal, yaitu kondisi keuangan<\/strong> <strong>yang jelek<\/strong>, terus merugi, dan mencatatkan utang yang cukup banyak khususnya ke China melalui China Investment Corporate yang merupakan <em>sovreign wealth fund <\/em>China.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Nah selain permasalahan eksternal seperti tadi. <strong>Ada juga permasalahan internal, yaitu kondisi keuangan<\/strong> <strong>yang jelek<\/strong>, terus merugi, dan mencatatkan utang yang cukup banyak khususnya ke China melalui China Investment Corporate yang merupakan <em>sovreign wealth fund <\/em>China.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Nah selain permasalahan eksternal seperti tadi. <strong>Ada juga permasalahan internal, yaitu kondisi keuangan<\/strong> <strong>yang jelek<\/strong>, terus merugi, dan mencatatkan utang yang cukup banyak khususnya ke China melalui China Investment Corporate yang merupakan <em>sovreign wealth fund <\/em>China.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Dan untuk pertama kali<strong> pada tahun 2012, saham BUMI mengalami kerugian sampai triliunan rupiah<\/strong>. Sehingga hal ini menyebabkan harga saham BUMI kembali tertekan.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Dan untuk pertama kali<strong> pada tahun 2012, saham BUMI mengalami kerugian sampai triliunan rupiah<\/strong>. Sehingga hal ini menyebabkan harga saham BUMI kembali tertekan.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Dan untuk pertama kali<strong> pada tahun 2012, saham BUMI mengalami kerugian sampai triliunan rupiah<\/strong>. Sehingga hal ini menyebabkan harga saham BUMI kembali tertekan.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":4,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h4><strong>Petaka 3 : Bakrie vs Rotschild<\/strong><\/h4>\n","innerContent":["\n<h4><strong>Petaka 3 : Bakrie vs Rotschild<\/strong><\/h4>\n"],"rendered":"\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petaka 3 : Bakrie vs Rotschild<\/strong><\/h4>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Pada saat laporan keuangan saham BUMI yang buruk, terjadi juga <strong>perselisihan di dalam manajemen BUMI<\/strong>. Terjadi perselisihan antara grup Bakrie dengan Rotschild. Rotschild sendiri merupakan grup bangsawan yang berasal dari Inggris. Rotschild menuduh bahwa adanya penggelapan dana yang dilakukan oleh grup Bakrie.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Pada saat laporan keuangan saham BUMI yang buruk, terjadi juga <strong>perselisihan di dalam manajemen BUMI<\/strong>. Terjadi perselisihan antara grup Bakrie dengan Rotschild. Rotschild sendiri merupakan grup bangsawan yang berasal dari Inggris. Rotschild menuduh bahwa adanya penggelapan dana yang dilakukan oleh grup Bakrie.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Pada saat laporan keuangan saham BUMI yang buruk, terjadi juga <strong>perselisihan di dalam manajemen BUMI<\/strong>. Terjadi perselisihan antara grup Bakrie dengan Rotschild. Rotschild sendiri merupakan grup bangsawan yang berasal dari Inggris. Rotschild menuduh bahwa adanya penggelapan dana yang dilakukan oleh grup Bakrie.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":4,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h4><strong>Petaka 4 : Saham BUMI digadaikan<\/strong><\/h4>\n","innerContent":["\n<h4><strong>Petaka 4 : Saham BUMI digadaikan<\/strong><\/h4>\n"],"rendered":"\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petaka 4 : Saham BUMI digadaikan<\/strong><\/h4>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong>Saham BUMI sendiri sempat digadaikan ke beberapa pihak agar perusahaan bisa mendapatkan dana, <\/strong>namun sayangnya perusahaan tidak melakukan buyback. Sehingga saham didistribusikan secara masif. Hal ini juga menyebabkan sedikitnya persentase kepemilikan oleh perusahaan, lebih banyak dimiliki oleh publik (ritel).<\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong>Saham BUMI sendiri sempat digadaikan ke beberapa pihak agar perusahaan bisa mendapatkan dana, <\/strong>namun sayangnya perusahaan tidak melakukan buyback. Sehingga saham didistribusikan secara masif. Hal ini juga menyebabkan sedikitnya persentase kepemilikan oleh perusahaan, lebih banyak dimiliki oleh publik (ritel).<\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong>Saham BUMI sendiri sempat digadaikan ke beberapa pihak agar perusahaan bisa mendapatkan dana, <\/strong>namun sayangnya perusahaan tidak melakukan buyback. Sehingga saham didistribusikan secara masif. Hal ini juga menyebabkan sedikitnya persentase kepemilikan oleh perusahaan, lebih banyak dimiliki oleh publik (ritel).<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Jadi dapat kita lihat bahwa permasalahan bermula ketika Lehman Brothers bangkrut, dan semakin parah karena kinerja perusahaan yang buruk serta GCG yang kurang baik. Carut marutnya permasalahan menyebabkan saham BUMI tertidur di 50.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Jadi dapat kita lihat bahwa permasalahan bermula ketika Lehman Brothers bangkrut, dan semakin parah karena kinerja perusahaan yang buruk serta GCG yang kurang baik. Carut marutnya permasalahan menyebabkan saham BUMI tertidur di 50.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Jadi dapat kita lihat bahwa permasalahan bermula ketika Lehman Brothers bangkrut, dan semakin parah karena kinerja perusahaan yang buruk serta GCG yang kurang baik. Carut marutnya permasalahan menyebabkan saham BUMI tertidur di 50.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>BUMI sudah tidak datar lagi<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>BUMI sudah tidak datar lagi<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>BUMI sudah tidak datar lagi<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong>Pada tahun 2016, BUMI melakukan resturukturisasi hutang mereka yang senilai 35 Triliun.<\/strong> Retrukturisasi ini menarik untuk investor, karena akan ada hutang yang dikonversi menjadi saham dengan harga tebus 926. Karena hal ini, saham BUMI naik hingga nilai 300an. Optimisme pasar terhadap saham BUMI sangat tinggi. Saham BUMI mencapai titik tertinggi&nbsp; hingga nilai 500an pada saat itu.<\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong>Pada tahun 2016, BUMI melakukan resturukturisasi hutang mereka yang senilai 35 Triliun.<\/strong> Retrukturisasi ini menarik untuk investor, karena akan ada hutang yang dikonversi menjadi saham dengan harga tebus 926. Karena hal ini, saham BUMI naik hingga nilai 300an. Optimisme pasar terhadap saham BUMI sangat tinggi. Saham BUMI mencapai titik tertinggi&nbsp; hingga nilai 500an pada saat itu.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong>Pada tahun 2016, BUMI melakukan resturukturisasi hutang mereka yang senilai 35 Triliun.<\/strong> Retrukturisasi ini menarik untuk investor, karena akan ada hutang yang dikonversi menjadi saham dengan harga tebus 926. Karena hal ini, saham BUMI naik hingga nilai 300an. Optimisme pasar terhadap saham BUMI sangat tinggi. Saham BUMI mencapai titik tertinggi&nbsp; hingga nilai 500an pada saat itu.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Namun tidak bertahan lama, harga saham BUMI terus turun. Hingga akhirnya pada tahun 2020 harga sahamnya kembali ke harga 50. Dan kembali bangkit lagi di tahun 2021.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Namun tidak bertahan lama, harga saham BUMI terus turun. Hingga akhirnya pada tahun 2020 harga sahamnya kembali ke harga 50. Dan kembali bangkit lagi di tahun 2021.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Namun tidak bertahan lama, harga saham BUMI terus turun. Hingga akhirnya pada tahun 2020 harga sahamnya kembali ke harga 50. Dan kembali bangkit lagi di tahun 2021.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong>Walaupun sudah bangkit kembali harganya, namun mengapa harga tidak bisa kembali lagi seperti dulu?<\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong>Walaupun sudah bangkit kembali harganya, namun mengapa harga tidak bisa kembali lagi seperti dulu?<\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong>Walaupun sudah bangkit kembali harganya, namun mengapa harga tidak bisa kembali lagi seperti dulu?<\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Sepertinya hal ini disebabkan oleh kepercayaan dari investor yang sudah berkurang karena serangkaian permasalahan yang dimiliki oleh BUMI, dan juga <strong>komposisi pemegang saham BUMI yang lebih dari 70% dimiliki oleh masyarakat.<\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p>Sepertinya hal ini disebabkan oleh kepercayaan dari investor yang sudah berkurang karena serangkaian permasalahan yang dimiliki oleh BUMI, dan juga <strong>komposisi pemegang saham BUMI yang lebih dari 70% dimiliki oleh masyarakat.<\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Sepertinya hal ini disebabkan oleh kepercayaan dari investor yang sudah berkurang karena serangkaian permasalahan yang dimiliki oleh BUMI, dan juga <strong>komposisi pemegang saham BUMI yang lebih dari 70% dimiliki oleh masyarakat.<\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"level":3,"textAlign":"","content":null,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h3><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h3>\n","innerContent":["\n<h3><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h3>\n"],"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h3>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Walaupun kita memiliki niat untuk menjadi investor dengan jangka waktu yang panjang sekali (lebih dari 5 tahun), <strong>kita harus tetap memperhatikan fundamental perusahaan setiap kali merilis laporan keuangan. <\/strong>Tidak perlu setiap quartal, minimal satu tahun sekali. Dan kita harus terus rajin melakukan <em>update<\/em> terhadap berita emiten yang kita miliki. Jangan hanya membeli terus ditinggal tidur. Apalagi emiten yang bergerak di sektor siklikal seperti BUMI ini.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Walaupun kita memiliki niat untuk menjadi investor dengan jangka waktu yang panjang sekali (lebih dari 5 tahun), <strong>kita harus tetap memperhatikan fundamental perusahaan setiap kali merilis laporan keuangan. <\/strong>Tidak perlu setiap quartal, minimal satu tahun sekali. Dan kita harus terus rajin melakukan <em>update<\/em> terhadap berita emiten yang kita miliki. Jangan hanya membeli terus ditinggal tidur. Apalagi emiten yang bergerak di sektor siklikal seperti BUMI ini.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Walaupun kita memiliki niat untuk menjadi investor dengan jangka waktu yang panjang sekali (lebih dari 5 tahun), <strong>kita harus tetap memperhatikan fundamental perusahaan setiap kali merilis laporan keuangan. <\/strong>Tidak perlu setiap quartal, minimal satu tahun sekali. Dan kita harus terus rajin melakukan <em>update<\/em> terhadap berita emiten yang kita miliki. Jangan hanya membeli terus ditinggal tidur. Apalagi emiten yang bergerak di sektor siklikal seperti BUMI ini.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong>Lalu bukan hanya laporan keuangan yang penting untuk kita lihat, namun juga manajemen dari perusahaan, <\/strong>seperti apakah perusahaan memiliki masalah dengan perusahaan atau grup lain, apakah perusahaan memiliki permasalah hukum, dan lain sebagainya.<\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong>Lalu bukan hanya laporan keuangan yang penting untuk kita lihat, namun juga manajemen dari perusahaan, <\/strong>seperti apakah perusahaan memiliki masalah dengan perusahaan atau grup lain, apakah perusahaan memiliki permasalah hukum, dan lain sebagainya.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong>Lalu bukan hanya laporan keuangan yang penting untuk kita lihat, namun juga manajemen dari perusahaan, <\/strong>seperti apakah perusahaan memiliki masalah dengan perusahaan atau grup lain, apakah perusahaan memiliki permasalah hukum, dan lain sebagainya.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Yang terakhir,<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Yang terakhir,<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Yang terakhir,<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><strong>Jangan ragu atau takut melakukan cutloss!<\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p><strong>Jangan ragu atau takut melakukan cutloss!<\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p><strong>Jangan ragu atau takut melakukan cutloss!<\/strong><\/p>\n"}],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v18.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Saham BUMI : Alasan Berinvestasi Jangan ditinggal Tidur - Finplan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kalian investor yang angkatan corona mungkin menganggap bahwa saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) adalah saham gorengan, namun di 2008\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Saham BUMI : Alasan Berinvestasi Jangan ditinggal Tidur - Finplan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kalian investor yang angkatan corona mungkin menganggap bahwa saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) adalah saham gorengan, namun di 2008\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Finplan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-15T03:12:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-02-15T03:56:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/saham-bumi-e1676433307500.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"528\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"374\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Geraldo Manuhutu, RSA\u00ae\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/\",\"name\":\"Finplan\",\"description\":\"Komunitas belajar investasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/saham-bumi-e1676433307500.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/saham-bumi-e1676433307500.jpg\",\"width\":528,\"height\":374,\"caption\":\"saham bumi, PT Bumi Resource Tbk - Sumber: tvonenews.com\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/\",\"name\":\"Saham BUMI : Alasan Berinvestasi Jangan ditinggal Tidur - Finplan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-04-15T03:12:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-15T03:56:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/739aa89a5cb41f144b831227fa5acb7c\"},\"description\":\"Kalian investor yang angkatan corona mungkin menganggap bahwa saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) adalah saham gorengan, namun di 2008\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Saham BUMI : Alasan Berinvestasi Jangan ditinggal Tidur\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/739aa89a5cb41f144b831227fa5acb7c\",\"name\":\"Geraldo Manuhutu, RSA\u00ae\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4f7c184c8ca9b9f079de69263e31c8c226556add03927ea4c0ab6662bc28b012?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4f7c184c8ca9b9f079de69263e31c8c226556add03927ea4c0ab6662bc28b012?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Geraldo Manuhutu, RSA\u00ae\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/geraldomanuhutu\/\"],\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/author\/geraldo-manuhutu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Saham BUMI : Alasan Berinvestasi Jangan ditinggal Tidur - Finplan","description":"Kalian investor yang angkatan corona mungkin menganggap bahwa saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) adalah saham gorengan, namun di 2008","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Saham BUMI : Alasan Berinvestasi Jangan ditinggal Tidur - Finplan","og_description":"Kalian investor yang angkatan corona mungkin menganggap bahwa saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) adalah saham gorengan, namun di 2008","og_url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/","og_site_name":"Finplan","article_published_time":"2022-04-15T03:12:32+00:00","article_modified_time":"2023-02-15T03:56:53+00:00","og_image":[{"width":528,"height":374,"url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/saham-bumi-e1676433307500.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Geraldo Manuhutu, RSA\u00ae","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/","name":"Finplan","description":"Komunitas belajar investasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/#primaryimage","inLanguage":"id","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/saham-bumi-e1676433307500.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/saham-bumi-e1676433307500.jpg","width":528,"height":374,"caption":"saham bumi, PT Bumi Resource Tbk - Sumber: tvonenews.com"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/#webpage","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/","name":"Saham BUMI : Alasan Berinvestasi Jangan ditinggal Tidur - Finplan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-04-15T03:12:32+00:00","dateModified":"2023-02-15T03:56:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/739aa89a5cb41f144b831227fa5acb7c"},"description":"Kalian investor yang angkatan corona mungkin menganggap bahwa saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) adalah saham gorengan, namun di 2008","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/saham-bumi-alasan-mengapa-berinvestasi-jangan-ditinggal-tid\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Saham BUMI : Alasan Berinvestasi Jangan ditinggal Tidur"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/739aa89a5cb41f144b831227fa5acb7c","name":"Geraldo Manuhutu, RSA\u00ae","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#personlogo","inLanguage":"id","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4f7c184c8ca9b9f079de69263e31c8c226556add03927ea4c0ab6662bc28b012?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4f7c184c8ca9b9f079de69263e31c8c226556add03927ea4c0ab6662bc28b012?s=96&d=mm&r=g","caption":"Geraldo Manuhutu, RSA\u00ae"},"sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/geraldomanuhutu\/"],"url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/author\/geraldo-manuhutu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=318"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1834,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/318\/revisions\/1834"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}