{"id":683,"date":"2022-06-29T10:41:10","date_gmt":"2022-06-29T03:41:10","guid":{"rendered":"https:\/\/finplan.id\/blog\/?p=683"},"modified":"2022-09-28T08:42:11","modified_gmt":"2022-09-28T01:42:11","slug":"tips-investor-menghadapi-saham-anjlok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/","title":{"rendered":"Tips Investor: Menghadapi Saham Anjlok"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-684\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-750x500.jpg 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1140x760.jpg 1140w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Investor merupakan seseorang yang membeli saham perusahaan dengan harapan mendapatkan keuntungan berupa <em>cashflw<\/em> jangka panjang dan kenaikan nilai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya investor akan merasa senang apabila saham yang dibeli harganya sedang turun tetapi fundamentalnya tetap dala kondisi baik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa para investor bisa senang?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita analogikan hal ini seperti membeli rumah yang harga jualnya di bawah harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya hal ini akan membuat pembeli senang karena tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi si pemilik menjual rumah dengan harga murah, salah satunya adalah sedang membutuhkan uang dalam waktu cepat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini bisa juga diterapkan dalam invstasi saham. Para investor akan mencari saham-saham yang harganya murah, lalu mereka akan menyimpan saham tersebut selayaknya \u2018rumah\u2019 yang akan selamanya ditempati atau bahkan dijadikan warisan untuk anak-anaknya. Bagi para investor, membeli saham bertujuan untuk mendapatkan cash flow berupa pendapatan bulanan sampai dengan pendapatan untuk selamanya (tanpa harus bekerja).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika investor diibaratkan membeli rumah untuk ditempati, berbeda dengan <em>trader<\/em> yang sengaja membeli \u2018rumah\u2019 untuk selanjutnya dijual lagi ke orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitulah prinsip yang diterapkan para ivestor dalam berinvestasi saham, yatiu membeli saham dari perusahaan bagus dengan harga yang murah atau rendah, kemudian disimpan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, bagaimana apabila kondisi saham dan pasar saham sedang menurun? Apakah ada cara bagi para investor agar kondisi saham yang dibeli tetap aman dan untung? Mari, simak 4 caranya di bawah ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>1. Menghitung dana yang dimiliki<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Cara pertama yang bisa dilakukan ketika kondisi saham sedang anjlok adlaah dengan menghitung seluruh uang untuk membeli saham. Uang-uang tersebut biasnaya disimpan dalam bentuk tabungan, deposito, dan bentuk lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>2. Mencari dan Menganalisis Perusahaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berikutnya, Anda bisa mulai mencari saham perusahaan yang terlihat cukup bagus dan menjanjikan. Untuk mempermudah tahap analisis perushaan, idealnya tentukanlah 3 sampai 5 saham yang Anda incar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut harus Anda lakukan untuk mempermudah Anda dalam melakukan analisis perusahan lebih dalam dan membuat keputusan pembelian saham. Tentunya jika pilihannya hanya sedikit, Anda tidak perlu menghabiskan waktu yang lama untuk membeli saham yang sudah dianalisis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>3. Durasi Penyimpanan Saham<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bagi para investor, durasi penyimpanan menjadi hal penting. Maka langkah ketiga yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara melihat berapa banyak keuntungan yang bisa mereka dapatkan dalam waktu satu tahun. Karena tujuan utama para investor adalah mendapatkan keuntungan dari saham yang mereka miliki, baik dalam bentuk <em>cashflow <\/em>maupun keuntungan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kinerja perusahaannya bagus, maka para investor tidak ragu untuk menyimpan saham mereka dalam waktu yang lama. Bahkan beberapa dari investor tersebut tidak akan menjualnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>4. Gunakan Cara Membeli yang Tepat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Cara terakhir yang bisa Anda lakukan adalah membeli saham dengan cara yang tepat. Sebagian besar investor menggunakan 2 cara di bawah ini pada saat membeli saham.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\"><strong>a. <em>Lump Sum Method<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lump sum method merupakan metode yang biasnya digunakan oleh para investor apabila mereka ingin melakukan <em>take over<\/em> beberapa saham mayoritas dan bahkan bisa sampai menjadi <em>tender offer<\/em> di pasar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya metode ini akan sangat menguntungkan apabila Anda bisa mengerti dan menemukan waktu yang tepat serta memiliki skill menganalisis saham secara teknikal. Jika Anda rasa belum memiliki dua kemampuan diatas, maka lebih baik jangan paksakan membeli saham dengan metode ini. Selain akan merugi, Anda juga bisa depresi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\"><strong>b. <em>Dollar Cost Averaging<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dollar cost averaging adalah cara membeli saham berikutnya yang bisa Anda gunakan. Cara ini sebenarnya lebih dikenal dengan menabung saham.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan cara ini, Anda tidak perlu mengeluarkan modal yang banyak untuk membeli saham. Seperti halnya menabung, Anda hanya perlu membeli saham yang sudah Anda incar secara rutin dengan nominal yang sudah ditentukan sebelumnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini juga dianggap lebih \u2018<em>friendly<\/em>\u2019 untuk para investor pemula, apalagi jika belum memahami tentang analisis teknikal. Selain cocok untuk investor pemula, metode DCA ini juga menjadi alternatif bagi investor besar untk mengumpulkan saham yang sudah mereka incar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Gunakan Cara Terbaik Anda<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Investasi merupakan hal yang sangat fleksibel. Maka jika ingin membeli saham atau sedang menghadapi kondisi yang kurang baik, Anda bisa mencoba berbagai hal untuk mengetahui cara apa uang cocok. Jangan terlalu fokus hanya pada satu cara.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: https:\/\/www.finansialku.com\/4-strategi-jitu-untuk-investor-ketika-saham-anjlok\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investor merupakan seseorang yang membeli saham perusahaan dengan harapan mendapatkan keuntungan berupa cashflw jangka panjang dan kenaikan nilai.&nbsp; Biasanya investor akan merasa senang apabila saham yang dibeli harganya sedang turun tetapi fundamentalnya tetap dala kondisi baik.&nbsp; Kenapa para investor bisa senang?&nbsp; Mari kita analogikan hal ini seperti membeli rumah yang harga jualnya di bawah harga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"0","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[287,290],"tags":[112,177,176,175],"class_list":["post-683","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-investasi","tag-dca","tag-lump-sum","tag-saham-anjlok","tag-tips-investor"],"has_blocks":true,"blocks":[{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":684,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg","alt":"","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-684\" \/><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-684\" \/><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-684\" \/><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Investor merupakan seseorang yang membeli saham perusahaan dengan harapan mendapatkan keuntungan berupa <em>cashflw<\/em> jangka panjang dan kenaikan nilai.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Investor merupakan seseorang yang membeli saham perusahaan dengan harapan mendapatkan keuntungan berupa <em>cashflw<\/em> jangka panjang dan kenaikan nilai.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Investor merupakan seseorang yang membeli saham perusahaan dengan harapan mendapatkan keuntungan berupa <em>cashflw<\/em> jangka panjang dan kenaikan nilai.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Biasanya investor akan merasa senang apabila saham yang dibeli harganya sedang turun tetapi fundamentalnya tetap dala kondisi baik.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Biasanya investor akan merasa senang apabila saham yang dibeli harganya sedang turun tetapi fundamentalnya tetap dala kondisi baik.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Biasanya investor akan merasa senang apabila saham yang dibeli harganya sedang turun tetapi fundamentalnya tetap dala kondisi baik.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Kenapa para investor bisa senang?&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Kenapa para investor bisa senang?&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Kenapa para investor bisa senang?&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Mari kita analogikan hal ini seperti membeli rumah yang harga jualnya di bawah harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Mari kita analogikan hal ini seperti membeli rumah yang harga jualnya di bawah harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Mari kita analogikan hal ini seperti membeli rumah yang harga jualnya di bawah harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Tentunya hal ini akan membuat pembeli senang karena tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi si pemilik menjual rumah dengan harga murah, salah satunya adalah sedang membutuhkan uang dalam waktu cepat.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Tentunya hal ini akan membuat pembeli senang karena tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi si pemilik menjual rumah dengan harga murah, salah satunya adalah sedang membutuhkan uang dalam waktu cepat.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Tentunya hal ini akan membuat pembeli senang karena tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi si pemilik menjual rumah dengan harga murah, salah satunya adalah sedang membutuhkan uang dalam waktu cepat.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Hal ini bisa juga diterapkan dalam invstasi saham. Para investor akan mencari saham-saham yang harganya murah, lalu mereka akan menyimpan saham tersebut selayaknya \u2018rumah\u2019 yang akan selamanya ditempati atau bahkan dijadikan warisan untuk anak-anaknya. Bagi para investor, membeli saham bertujuan untuk mendapatkan cash flow berupa pendapatan bulanan sampai dengan pendapatan untuk selamanya (tanpa harus bekerja).&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Hal ini bisa juga diterapkan dalam invstasi saham. Para investor akan mencari saham-saham yang harganya murah, lalu mereka akan menyimpan saham tersebut selayaknya \u2018rumah\u2019 yang akan selamanya ditempati atau bahkan dijadikan warisan untuk anak-anaknya. Bagi para investor, membeli saham bertujuan untuk mendapatkan cash flow berupa pendapatan bulanan sampai dengan pendapatan untuk selamanya (tanpa harus bekerja).&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Hal ini bisa juga diterapkan dalam invstasi saham. Para investor akan mencari saham-saham yang harganya murah, lalu mereka akan menyimpan saham tersebut selayaknya \u2018rumah\u2019 yang akan selamanya ditempati atau bahkan dijadikan warisan untuk anak-anaknya. Bagi para investor, membeli saham bertujuan untuk mendapatkan cash flow berupa pendapatan bulanan sampai dengan pendapatan untuk selamanya (tanpa harus bekerja).&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Jika investor diibaratkan membeli rumah untuk ditempati, berbeda dengan <em>trader<\/em> yang sengaja membeli \u2018rumah\u2019 untuk selanjutnya dijual lagi ke orang lain.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Jika investor diibaratkan membeli rumah untuk ditempati, berbeda dengan <em>trader<\/em> yang sengaja membeli \u2018rumah\u2019 untuk selanjutnya dijual lagi ke orang lain.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Jika investor diibaratkan membeli rumah untuk ditempati, berbeda dengan <em>trader<\/em> yang sengaja membeli \u2018rumah\u2019 untuk selanjutnya dijual lagi ke orang lain.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Begitulah prinsip yang diterapkan para ivestor dalam berinvestasi saham, yatiu membeli saham dari perusahaan bagus dengan harga yang murah atau rendah, kemudian disimpan.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Begitulah prinsip yang diterapkan para ivestor dalam berinvestasi saham, yatiu membeli saham dari perusahaan bagus dengan harga yang murah atau rendah, kemudian disimpan.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Begitulah prinsip yang diterapkan para ivestor dalam berinvestasi saham, yatiu membeli saham dari perusahaan bagus dengan harga yang murah atau rendah, kemudian disimpan.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Lalu, bagaimana apabila kondisi saham dan pasar saham sedang menurun? Apakah ada cara bagi para investor agar kondisi saham yang dibeli tetap aman dan untung? Mari, simak 4 caranya di bawah ini.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Lalu, bagaimana apabila kondisi saham dan pasar saham sedang menurun? Apakah ada cara bagi para investor agar kondisi saham yang dibeli tetap aman dan untung? Mari, simak 4 caranya di bawah ini.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Lalu, bagaimana apabila kondisi saham dan pasar saham sedang menurun? Apakah ada cara bagi para investor agar kondisi saham yang dibeli tetap aman dan untung? Mari, simak 4 caranya di bawah ini.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"fontSize":"medium","align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>1. Menghitung dana yang dimiliki<\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>1. Menghitung dana yang dimiliki<\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>1. Menghitung dana yang dimiliki<\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Cara pertama yang bisa dilakukan ketika kondisi saham sedang anjlok adlaah dengan menghitung seluruh uang untuk membeli saham. Uang-uang tersebut biasnaya disimpan dalam bentuk tabungan, deposito, dan bentuk lainnya.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Cara pertama yang bisa dilakukan ketika kondisi saham sedang anjlok adlaah dengan menghitung seluruh uang untuk membeli saham. Uang-uang tersebut biasnaya disimpan dalam bentuk tabungan, deposito, dan bentuk lainnya.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Cara pertama yang bisa dilakukan ketika kondisi saham sedang anjlok adlaah dengan menghitung seluruh uang untuk membeli saham. Uang-uang tersebut biasnaya disimpan dalam bentuk tabungan, deposito, dan bentuk lainnya.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"fontSize":"medium","align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>2. Mencari dan Menganalisis Perusahaan<\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>2. Mencari dan Menganalisis Perusahaan<\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>2. Mencari dan Menganalisis Perusahaan<\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Berikutnya, Anda bisa mulai mencari saham perusahaan yang terlihat cukup bagus dan menjanjikan. Untuk mempermudah tahap analisis perushaan, idealnya tentukanlah 3 sampai 5 saham yang Anda incar.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Berikutnya, Anda bisa mulai mencari saham perusahaan yang terlihat cukup bagus dan menjanjikan. Untuk mempermudah tahap analisis perushaan, idealnya tentukanlah 3 sampai 5 saham yang Anda incar.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Berikutnya, Anda bisa mulai mencari saham perusahaan yang terlihat cukup bagus dan menjanjikan. Untuk mempermudah tahap analisis perushaan, idealnya tentukanlah 3 sampai 5 saham yang Anda incar.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Hal tersebut harus Anda lakukan untuk mempermudah Anda dalam melakukan analisis perusahan lebih dalam dan membuat keputusan pembelian saham. Tentunya jika pilihannya hanya sedikit, Anda tidak perlu menghabiskan waktu yang lama untuk membeli saham yang sudah dianalisis.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Hal tersebut harus Anda lakukan untuk mempermudah Anda dalam melakukan analisis perusahan lebih dalam dan membuat keputusan pembelian saham. Tentunya jika pilihannya hanya sedikit, Anda tidak perlu menghabiskan waktu yang lama untuk membeli saham yang sudah dianalisis.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Hal tersebut harus Anda lakukan untuk mempermudah Anda dalam melakukan analisis perusahan lebih dalam dan membuat keputusan pembelian saham. Tentunya jika pilihannya hanya sedikit, Anda tidak perlu menghabiskan waktu yang lama untuk membeli saham yang sudah dianalisis.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"fontSize":"medium","align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>3. Durasi Penyimpanan Saham<\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>3. Durasi Penyimpanan Saham<\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>3. Durasi Penyimpanan Saham<\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Bagi para investor, durasi penyimpanan menjadi hal penting. Maka langkah ketiga yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara melihat berapa banyak keuntungan yang bisa mereka dapatkan dalam waktu satu tahun. Karena tujuan utama para investor adalah mendapatkan keuntungan dari saham yang mereka miliki, baik dalam bentuk <em>cashflow <\/em>maupun keuntungan lainnya.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Bagi para investor, durasi penyimpanan menjadi hal penting. Maka langkah ketiga yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara melihat berapa banyak keuntungan yang bisa mereka dapatkan dalam waktu satu tahun. Karena tujuan utama para investor adalah mendapatkan keuntungan dari saham yang mereka miliki, baik dalam bentuk <em>cashflow <\/em>maupun keuntungan lainnya.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Bagi para investor, durasi penyimpanan menjadi hal penting. Maka langkah ketiga yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara melihat berapa banyak keuntungan yang bisa mereka dapatkan dalam waktu satu tahun. Karena tujuan utama para investor adalah mendapatkan keuntungan dari saham yang mereka miliki, baik dalam bentuk <em>cashflow <\/em>maupun keuntungan lainnya.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Jika kinerja perusahaannya bagus, maka para investor tidak ragu untuk menyimpan saham mereka dalam waktu yang lama. Bahkan beberapa dari investor tersebut tidak akan menjualnya.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Jika kinerja perusahaannya bagus, maka para investor tidak ragu untuk menyimpan saham mereka dalam waktu yang lama. Bahkan beberapa dari investor tersebut tidak akan menjualnya.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Jika kinerja perusahaannya bagus, maka para investor tidak ragu untuk menyimpan saham mereka dalam waktu yang lama. Bahkan beberapa dari investor tersebut tidak akan menjualnya.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"fontSize":"medium","align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>4. Gunakan Cara Membeli yang Tepat<\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>4. Gunakan Cara Membeli yang Tepat<\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>4. Gunakan Cara Membeli yang Tepat<\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Cara terakhir yang bisa Anda lakukan adalah membeli saham dengan cara yang tepat. Sebagian besar investor menggunakan 2 cara di bawah ini pada saat membeli saham.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Cara terakhir yang bisa Anda lakukan adalah membeli saham dengan cara yang tepat. Sebagian besar investor menggunakan 2 cara di bawah ini pada saat membeli saham.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Cara terakhir yang bisa Anda lakukan adalah membeli saham dengan cara yang tepat. Sebagian besar investor menggunakan 2 cara di bawah ini pada saat membeli saham.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"fontSize":"normal","align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p class=\"has-normal-font-size\"><strong>a. <em>Lump Sum Method<\/em><\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p class=\"has-normal-font-size\"><strong>a. <em>Lump Sum Method<\/em><\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p class=\"has-normal-font-size\"><strong>a. <em>Lump Sum Method<\/em><\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Lump sum method merupakan metode yang biasnya digunakan oleh para investor apabila mereka ingin melakukan <em>take over<\/em> beberapa saham mayoritas dan bahkan bisa sampai menjadi <em>tender offer<\/em> di pasar.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Lump sum method merupakan metode yang biasnya digunakan oleh para investor apabila mereka ingin melakukan <em>take over<\/em> beberapa saham mayoritas dan bahkan bisa sampai menjadi <em>tender offer<\/em> di pasar.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Lump sum method merupakan metode yang biasnya digunakan oleh para investor apabila mereka ingin melakukan <em>take over<\/em> beberapa saham mayoritas dan bahkan bisa sampai menjadi <em>tender offer<\/em> di pasar.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Sebenarnya metode ini akan sangat menguntungkan apabila Anda bisa mengerti dan menemukan waktu yang tepat serta memiliki skill menganalisis saham secara teknikal. Jika Anda rasa belum memiliki dua kemampuan diatas, maka lebih baik jangan paksakan membeli saham dengan metode ini. Selain akan merugi, Anda juga bisa depresi.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Sebenarnya metode ini akan sangat menguntungkan apabila Anda bisa mengerti dan menemukan waktu yang tepat serta memiliki skill menganalisis saham secara teknikal. Jika Anda rasa belum memiliki dua kemampuan diatas, maka lebih baik jangan paksakan membeli saham dengan metode ini. Selain akan merugi, Anda juga bisa depresi.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Sebenarnya metode ini akan sangat menguntungkan apabila Anda bisa mengerti dan menemukan waktu yang tepat serta memiliki skill menganalisis saham secara teknikal. Jika Anda rasa belum memiliki dua kemampuan diatas, maka lebih baik jangan paksakan membeli saham dengan metode ini. Selain akan merugi, Anda juga bisa depresi.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"fontSize":"normal","align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p class=\"has-normal-font-size\"><strong>b. <em>Dollar Cost Averaging<\/em><\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p class=\"has-normal-font-size\"><strong>b. <em>Dollar Cost Averaging<\/em><\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p class=\"has-normal-font-size\"><strong>b. <em>Dollar Cost Averaging<\/em><\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Dollar cost averaging adalah cara membeli saham berikutnya yang bisa Anda gunakan. Cara ini sebenarnya lebih dikenal dengan menabung saham.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Dollar cost averaging adalah cara membeli saham berikutnya yang bisa Anda gunakan. Cara ini sebenarnya lebih dikenal dengan menabung saham.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Dollar cost averaging adalah cara membeli saham berikutnya yang bisa Anda gunakan. Cara ini sebenarnya lebih dikenal dengan menabung saham.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Dengan menggunakan cara ini, Anda tidak perlu mengeluarkan modal yang banyak untuk membeli saham. Seperti halnya menabung, Anda hanya perlu membeli saham yang sudah Anda incar secara rutin dengan nominal yang sudah ditentukan sebelumnya.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Dengan menggunakan cara ini, Anda tidak perlu mengeluarkan modal yang banyak untuk membeli saham. Seperti halnya menabung, Anda hanya perlu membeli saham yang sudah Anda incar secara rutin dengan nominal yang sudah ditentukan sebelumnya.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Dengan menggunakan cara ini, Anda tidak perlu mengeluarkan modal yang banyak untuk membeli saham. Seperti halnya menabung, Anda hanya perlu membeli saham yang sudah Anda incar secara rutin dengan nominal yang sudah ditentukan sebelumnya.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Metode ini juga dianggap lebih \u2018<em>friendly<\/em>\u2019 untuk para investor pemula, apalagi jika belum memahami tentang analisis teknikal. Selain cocok untuk investor pemula, metode DCA ini juga menjadi alternatif bagi investor besar untk mengumpulkan saham yang sudah mereka incar.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Metode ini juga dianggap lebih \u2018<em>friendly<\/em>\u2019 untuk para investor pemula, apalagi jika belum memahami tentang analisis teknikal. Selain cocok untuk investor pemula, metode DCA ini juga menjadi alternatif bagi investor besar untk mengumpulkan saham yang sudah mereka incar.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Metode ini juga dianggap lebih \u2018<em>friendly<\/em>\u2019 untuk para investor pemula, apalagi jika belum memahami tentang analisis teknikal. Selain cocok untuk investor pemula, metode DCA ini juga menjadi alternatif bagi investor besar untk mengumpulkan saham yang sudah mereka incar.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"fontSize":"medium","align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Gunakan Cara Terbaik Anda<\/strong><\/p>\n","innerContent":["\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Gunakan Cara Terbaik Anda<\/strong><\/p>\n"],"rendered":"\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Gunakan Cara Terbaik Anda<\/strong><\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Investasi merupakan hal yang sangat fleksibel. Maka jika ingin membeli saham atau sedang menghadapi kondisi yang kurang baik, Anda bisa mencoba berbagai hal untuk mengetahui cara apa uang cocok. Jangan terlalu fokus hanya pada satu cara.&nbsp;<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Investasi merupakan hal yang sangat fleksibel. Maka jika ingin membeli saham atau sedang menghadapi kondisi yang kurang baik, Anda bisa mencoba berbagai hal untuk mengetahui cara apa uang cocok. Jangan terlalu fokus hanya pada satu cara.&nbsp;<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Investasi merupakan hal yang sangat fleksibel. Maka jika ingin membeli saham atau sedang menghadapi kondisi yang kurang baik, Anda bisa mencoba berbagai hal untuk mengetahui cara apa uang cocok. Jangan terlalu fokus hanya pada satu cara.&nbsp;<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Sumber: https:\/\/www.finansialku.com\/4-strategi-jitu-untuk-investor-ketika-saham-anjlok\/<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Sumber: https:\/\/www.finansialku.com\/4-strategi-jitu-untuk-investor-ketika-saham-anjlok\/<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Sumber: https:\/\/www.finansialku.com\/4-strategi-jitu-untuk-investor-ketika-saham-anjlok\/<\/p>\n"}],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v18.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tips Investor: Menghadapi Saham Anjlok - Finplan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara membeli saham yang tepat menggunakan Lump Sum Methode dan Dollar Cost Averaging pada saat membeli saham.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tips Investor: Menghadapi Saham Anjlok - Finplan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara membeli saham yang tepat menggunakan Lump Sum Methode dan Dollar Cost Averaging pada saat membeli saham.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Finplan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-29T03:41:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-28T01:42:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabil Desti Wijaya\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/\",\"name\":\"Finplan\",\"description\":\"Komunitas belajar investasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/\",\"name\":\"Tips Investor: Menghadapi Saham Anjlok - Finplan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-06-29T03:41:10+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-28T01:42:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/36cfc473516f322880f18b2bf66a0d0e\"},\"description\":\"Cara membeli saham yang tepat menggunakan Lump Sum Methode dan Dollar Cost Averaging pada saat membeli saham.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Tips Investor: Menghadapi Saham Anjlok\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/36cfc473516f322880f18b2bf66a0d0e\",\"name\":\"Salsabil Desti Wijaya\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c68fbb5e4f81537b95301332ee6b9c1b12ebfe24a6fbee34470d528f2b3bc83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c68fbb5e4f81537b95301332ee6b9c1b12ebfe24a6fbee34470d528f2b3bc83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabil Desti Wijaya\"},\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/author\/salsabil-d-wijaya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tips Investor: Menghadapi Saham Anjlok - Finplan","description":"Cara membeli saham yang tepat menggunakan Lump Sum Methode dan Dollar Cost Averaging pada saat membeli saham.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tips Investor: Menghadapi Saham Anjlok - Finplan","og_description":"Cara membeli saham yang tepat menggunakan Lump Sum Methode dan Dollar Cost Averaging pada saat membeli saham.","og_url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/","og_site_name":"Finplan","article_published_time":"2022-06-29T03:41:10+00:00","article_modified_time":"2022-09-28T01:42:11+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Salsabil Desti Wijaya","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/","name":"Finplan","description":"Komunitas belajar investasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/#primaryimage","inLanguage":"id","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg","contentUrl":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-kampus-production-8171161-1024x682.jpg"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/#webpage","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/","name":"Tips Investor: Menghadapi Saham Anjlok - Finplan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-06-29T03:41:10+00:00","dateModified":"2022-09-28T01:42:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/36cfc473516f322880f18b2bf66a0d0e"},"description":"Cara membeli saham yang tepat menggunakan Lump Sum Methode dan Dollar Cost Averaging pada saat membeli saham.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/tips-investor-menghadapi-saham-anjlok\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Tips Investor: Menghadapi Saham Anjlok"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/36cfc473516f322880f18b2bf66a0d0e","name":"Salsabil Desti Wijaya","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#personlogo","inLanguage":"id","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c68fbb5e4f81537b95301332ee6b9c1b12ebfe24a6fbee34470d528f2b3bc83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4c68fbb5e4f81537b95301332ee6b9c1b12ebfe24a6fbee34470d528f2b3bc83?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabil Desti Wijaya"},"url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/author\/salsabil-d-wijaya\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=683"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":685,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/683\/revisions\/685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}