{"id":982,"date":"2022-10-10T12:05:47","date_gmt":"2022-10-10T05:05:47","guid":{"rendered":"https:\/\/finplan.id\/blog\/?p=982"},"modified":"2023-03-01T18:20:34","modified_gmt":"2023-03-01T11:20:34","slug":"perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/","title":{"rendered":"Bank Syariah VS Bank Konvensional? Kamu Harus Tau!"},"content":{"rendered":"\n<p>Guys, siapa nih yang gak pernah denger yang namanya bank syariah? <em>Of course<\/em> pernah sesekali denger dong! Tapi tau gak sih sebenernya apa yang menjadi pembeda bank syariah dengan bank konvensional <em>also known as<\/em> bank biasa? Kalau kamu gak tau <em>no big deal<\/em>, berarti artikel ini emang di tulis khusus untuk mu!<\/p>\n\n\n\n<p><em>Well<\/em>, mari kita telaah dulu secara luas. Berdasarkan sistemnya, perbankan terdiri atas yaitu perbankan konvensional dan syariah. Dari definisinya, bank konvensional merupakan sebuah bank yang segala aktivitas perpuataran uangnya mengacu pada kesepakatan internasional dan nasional, plus berdasarkan hukum yang berlaku di negara. Sedangkan bank syariah adalah bank yang kebijakannya berlandaskan pada hukum-hukum muamalah agama islam yang mengacu pada Al-Qur\u2019an dan Hadist.<\/p>\n\n\n\n<p><em>So basically<\/em> perbedaan bank syariah dengan bank konvensional itu sebenarnya sudah bisa kita pahami dari definisinya. <em>But <\/em>masih banyak hal lain yang menjadi pembedanya loh!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Pengelolaan Dana<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-984\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-750x500.jpg 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>pengelolaan dana<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Hal pertama yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional adalah kebijakan pengelolaan dana. Jadi, kalau bank konvensional tuh pengelolaan dananya dapat diproses untuk seluruh bisnis yang tetap berada dibawah naungan Undang-Undang dan memiliki potensi untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan. Namun, pengelolaan dana dalam bank syariah harus sejalan dengan aturan yang berlaku dalam agama islam. Oleh karenanya, hanya bisnis-bisnis tertentu yang tidak menentang dengna Al-Qur\u2019an dan Hadist lah yang dapat menjadi tempat investasi atau mitra bank syariah. Contoh beberapa perusahaan yang tidak boleh menjadi tempat uang nasabah dikelola dan diinvestasikan adalah perusahaan rokok.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Sistem Operasional<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-985\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-750x500.jpg 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>sistem operasional<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Seperti yang kita semua ketahui bahwa bank konvensional memberlakukan penerapan suku bunga bersadarkan aturan nasional sebagai sistem operasional. Sedangkan, menurut agama Islam, bunga masuk dalam kategori riba yang sangat haram hukumnya. Karena itu, bank syariah tidak menerapkan sistem bunga dalam transaksinya. Terus sistem operasionalnya seperti apa? Nah, bank syariah itu menerapkan sistem operasional bagi hasil atau nismah. Jadi, kesepakatan antara nasabah dan pihak bank itu akan berdasarkan pembagian keuntungan serta melibatkan kegiatan jual beli.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Hubungan Antara Nasabah &#8211; Lembaga Perbankan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"684\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1-1024x684.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-986\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1-1024x684.jpg 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1-768x513.jpg 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1-1536x1026.jpg 1536w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1-750x501.jpg 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1-1140x761.jpg 1140w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>hubungan nasabah dan perbankan<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kamu tau gak sih kalau di bank nasional, nasabah bank itu berperan sebagai kreditur sedangkan perbankan berperan sebagai debitur. Kreditur adalah pihak yang berperan memberikan bantuan pembiayaan, sedangkan debitur adalah penerimanya. Berbeda dengan bank syariah, hubungan antara nasabah dan bank ada 4 jenis yaitu penjual-pembeli, kemitraan, sewa dan penyewa. Dalam penggunaan akad murabahah, istishna, dan salam, pihak bank berperan sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Sementara akad musyarakah dan mudharabah memperlakukan hubungan kemitraan. Akad ijarah memposisikan bank sebagai pemberi sewa dan nasabah sebagai penyewa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Pembagian Keuntungan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-987\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1-750x500.jpg 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1-1140x760.jpg 1140w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>pembagian keuntungan<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kalian tau gak sih dari mana bank bisa memperoleh keuntungan? Nah kalau bank konvensional, keuntungan itu diperoleh dari suku bunga yang dibebankan pada nasabahnya. Sedangkan pada bank syariah, tidak begitu. Seperti yang sudah ter-<em>mention <\/em>tadi bahwa bunga = riba <em>which is <\/em>&nbsp;haram dalam islam, so bank syariah memperoleh keuntungan dnegnan cara lain! Caranya adalah melalui hasil jual beli, sewa-menyewa, <em>and<\/em> kemitraan dengan nasabah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Penerapan Denda<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-683x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-988\" srcset=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-683x1024.jpg 683w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-200x300.jpg 200w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-768x1152.jpg 768w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-1365x2048.jpg 1365w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-750x1125.jpg 750w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-1140x1710.jpg 1140w, https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-scaled.jpg 1707w\" sizes=\"(max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><figcaption>denda<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Okay, pernah gak sih kalian ada di sebuah organisasi dan biasanya diawal dipaparkan peraturan-peraturan yang gak boleh kalian langar.Lantas, apa yang terjadi kalau kamu melanggar aturan tersebut? Akan ada hukuman (yang gak jarang) berupa denda yang akan kalian terima. Nah, begitu pula di sistem perbankan konbensional. Saat kamu terlambat melakukan pembayaran dalam bank konvensional, terdapat denda yang harus kamu bayar sebagai nasabah. <em>Even worse, <\/em>suku bunga bisa semakin meningkat bila nasabah tidak membayar hingga tenggat waktu perjanjian. Namun, bank syariah tidak menerapkan sistem denda bagi nasabah yang terlambat atau tidak bisa membayar. Gantinya, bank akan melakukan perundingan dan kesepakatan bersama<em>. But, <\/em>ada juga bank syariah yang menetapkan denda pada kasus tertentu, tetapi uang denda dari nasabah tidak dinikmati oleh pihak bank melainkan dianggarkan sebagai dana sosial!<\/p>\n\n\n\n<p><em>And that\u2019s all<\/em> beberapa hal yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional. Setelah tau seperti ini, kira-kira kamu ingin jadi nasabah di bank jenis apa? nih kalau masih bingung, kuy cek <a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/4-tips-ini-akan-membantumu-memilih-bank-sesuai-kebutuhan\/\">4 Tips Ini Akan Membantumu Memilih Bank Sesuai Kebutuhan!<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guys, siapa nih yang gak pernah denger yang namanya bank syariah? Of course pernah sesekali denger dong! Tapi tau gak sih sebenernya apa yang menjadi pembeda bank syariah dengan bank konvensional also known as bank biasa? Kalau kamu gak tau no big deal, berarti artikel ini emang di tulis khusus untuk mu! Well, mari kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":989,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":null,"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[287],"tags":[167,312,311,247,313],"class_list":["post-982","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bank","tag-bank-konvensional","tag-bank-syariah","tag-perbankan","tag-perbedaan"],"has_blocks":true,"blocks":[{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Guys, siapa nih yang gak pernah denger yang namanya bank syariah? <em>Of course<\/em> pernah sesekali denger dong! Tapi tau gak sih sebenernya apa yang menjadi pembeda bank syariah dengan bank konvensional <em>also known as<\/em> bank biasa? Kalau kamu gak tau <em>no big deal<\/em>, berarti artikel ini emang di tulis khusus untuk mu!<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Guys, siapa nih yang gak pernah denger yang namanya bank syariah? <em>Of course<\/em> pernah sesekali denger dong! Tapi tau gak sih sebenernya apa yang menjadi pembeda bank syariah dengan bank konvensional <em>also known as<\/em> bank biasa? Kalau kamu gak tau <em>no big deal<\/em>, berarti artikel ini emang di tulis khusus untuk mu!<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Guys, siapa nih yang gak pernah denger yang namanya bank syariah? <em>Of course<\/em> pernah sesekali denger dong! Tapi tau gak sih sebenernya apa yang menjadi pembeda bank syariah dengan bank konvensional <em>also known as<\/em> bank biasa? Kalau kamu gak tau <em>no big deal<\/em>, berarti artikel ini emang di tulis khusus untuk mu!<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><em>Well<\/em>, mari kita telaah dulu secara luas. Berdasarkan sistemnya, perbankan terdiri atas yaitu perbankan konvensional dan syariah. Dari definisinya, bank konvensional merupakan sebuah bank yang segala aktivitas perpuataran uangnya mengacu pada kesepakatan internasional dan nasional, plus berdasarkan hukum yang berlaku di negara. Sedangkan bank syariah adalah bank yang kebijakannya berlandaskan pada hukum-hukum muamalah agama islam yang mengacu pada Al-Qur\u2019an dan Hadist.<\/p>\n","innerContent":["\n<p><em>Well<\/em>, mari kita telaah dulu secara luas. Berdasarkan sistemnya, perbankan terdiri atas yaitu perbankan konvensional dan syariah. Dari definisinya, bank konvensional merupakan sebuah bank yang segala aktivitas perpuataran uangnya mengacu pada kesepakatan internasional dan nasional, plus berdasarkan hukum yang berlaku di negara. Sedangkan bank syariah adalah bank yang kebijakannya berlandaskan pada hukum-hukum muamalah agama islam yang mengacu pada Al-Qur\u2019an dan Hadist.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p><em>Well<\/em>, mari kita telaah dulu secara luas. Berdasarkan sistemnya, perbankan terdiri atas yaitu perbankan konvensional dan syariah. Dari definisinya, bank konvensional merupakan sebuah bank yang segala aktivitas perpuataran uangnya mengacu pada kesepakatan internasional dan nasional, plus berdasarkan hukum yang berlaku di negara. Sedangkan bank syariah adalah bank yang kebijakannya berlandaskan pada hukum-hukum muamalah agama islam yang mengacu pada Al-Qur\u2019an dan Hadist.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><em>So basically<\/em> perbedaan bank syariah dengan bank konvensional itu sebenarnya sudah bisa kita pahami dari definisinya. <em>But <\/em>masih banyak hal lain yang menjadi pembedanya loh!<\/p>\n","innerContent":["\n<p><em>So basically<\/em> perbedaan bank syariah dengan bank konvensional itu sebenarnya sudah bisa kita pahami dari definisinya. <em>But <\/em>masih banyak hal lain yang menjadi pembedanya loh!<\/p>\n"],"rendered":"\n<p><em>So basically<\/em> perbedaan bank syariah dengan bank konvensional itu sebenarnya sudah bisa kita pahami dari definisinya. <em>But <\/em>masih banyak hal lain yang menjadi pembedanya loh!<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>1. Pengelolaan Dana<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>1. Pengelolaan Dana<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Pengelolaan Dana<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":984,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-1024x683.jpg","alt":"","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-984\" \/><figcaption>pengelolaan dana<\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-984\" \/><figcaption>pengelolaan dana<\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-984\" \/><figcaption>pengelolaan dana<\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Hal pertama yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional adalah kebijakan pengelolaan dana. Jadi, kalau bank konvensional tuh pengelolaan dananya dapat diproses untuk seluruh bisnis yang tetap berada dibawah naungan Undang-Undang dan memiliki potensi untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan. Namun, pengelolaan dana dalam bank syariah harus sejalan dengan aturan yang berlaku dalam agama islam. Oleh karenanya, hanya bisnis-bisnis tertentu yang tidak menentang dengna Al-Qur\u2019an dan Hadist lah yang dapat menjadi tempat investasi atau mitra bank syariah. Contoh beberapa perusahaan yang tidak boleh menjadi tempat uang nasabah dikelola dan diinvestasikan adalah perusahaan rokok.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Hal pertama yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional adalah kebijakan pengelolaan dana. Jadi, kalau bank konvensional tuh pengelolaan dananya dapat diproses untuk seluruh bisnis yang tetap berada dibawah naungan Undang-Undang dan memiliki potensi untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan. Namun, pengelolaan dana dalam bank syariah harus sejalan dengan aturan yang berlaku dalam agama islam. Oleh karenanya, hanya bisnis-bisnis tertentu yang tidak menentang dengna Al-Qur\u2019an dan Hadist lah yang dapat menjadi tempat investasi atau mitra bank syariah. Contoh beberapa perusahaan yang tidak boleh menjadi tempat uang nasabah dikelola dan diinvestasikan adalah perusahaan rokok.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Hal pertama yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional adalah kebijakan pengelolaan dana. Jadi, kalau bank konvensional tuh pengelolaan dananya dapat diproses untuk seluruh bisnis yang tetap berada dibawah naungan Undang-Undang dan memiliki potensi untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan. Namun, pengelolaan dana dalam bank syariah harus sejalan dengan aturan yang berlaku dalam agama islam. Oleh karenanya, hanya bisnis-bisnis tertentu yang tidak menentang dengna Al-Qur\u2019an dan Hadist lah yang dapat menjadi tempat investasi atau mitra bank syariah. Contoh beberapa perusahaan yang tidak boleh menjadi tempat uang nasabah dikelola dan diinvestasikan adalah perusahaan rokok.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>2. Sistem Operasional<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>2. Sistem Operasional<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Sistem Operasional<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":985,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-1024x683.jpg","alt":"","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-985\" \/><figcaption>sistem operasional<\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-985\" \/><figcaption>sistem operasional<\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-985\" \/><figcaption>sistem operasional<\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Seperti yang kita semua ketahui bahwa bank konvensional memberlakukan penerapan suku bunga bersadarkan aturan nasional sebagai sistem operasional. Sedangkan, menurut agama Islam, bunga masuk dalam kategori riba yang sangat haram hukumnya. Karena itu, bank syariah tidak menerapkan sistem bunga dalam transaksinya. Terus sistem operasionalnya seperti apa? Nah, bank syariah itu menerapkan sistem operasional bagi hasil atau nismah. Jadi, kesepakatan antara nasabah dan pihak bank itu akan berdasarkan pembagian keuntungan serta melibatkan kegiatan jual beli.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Seperti yang kita semua ketahui bahwa bank konvensional memberlakukan penerapan suku bunga bersadarkan aturan nasional sebagai sistem operasional. Sedangkan, menurut agama Islam, bunga masuk dalam kategori riba yang sangat haram hukumnya. Karena itu, bank syariah tidak menerapkan sistem bunga dalam transaksinya. Terus sistem operasionalnya seperti apa? Nah, bank syariah itu menerapkan sistem operasional bagi hasil atau nismah. Jadi, kesepakatan antara nasabah dan pihak bank itu akan berdasarkan pembagian keuntungan serta melibatkan kegiatan jual beli.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Seperti yang kita semua ketahui bahwa bank konvensional memberlakukan penerapan suku bunga bersadarkan aturan nasional sebagai sistem operasional. Sedangkan, menurut agama Islam, bunga masuk dalam kategori riba yang sangat haram hukumnya. Karena itu, bank syariah tidak menerapkan sistem bunga dalam transaksinya. Terus sistem operasionalnya seperti apa? Nah, bank syariah itu menerapkan sistem operasional bagi hasil atau nismah. Jadi, kesepakatan antara nasabah dan pihak bank itu akan berdasarkan pembagian keuntungan serta melibatkan kegiatan jual beli.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>3. Hubungan Antara Nasabah - Lembaga Perbankan<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>3. Hubungan Antara Nasabah - Lembaga Perbankan<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Hubungan Antara Nasabah - Lembaga Perbankan<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":986,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1-1024x684.jpg","alt":"","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1-1024x684.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-986\" \/><figcaption>hubungan nasabah dan perbankan<\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1-1024x684.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-986\" \/><figcaption>hubungan nasabah dan perbankan<\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-1-1024x684.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-986\" \/><figcaption>hubungan nasabah dan perbankan<\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Kamu tau gak sih kalau di bank nasional, nasabah bank itu berperan sebagai kreditur sedangkan perbankan berperan sebagai debitur. Kreditur adalah pihak yang berperan memberikan bantuan pembiayaan, sedangkan debitur adalah penerimanya. Berbeda dengan bank syariah, hubungan antara nasabah dan bank ada 4 jenis yaitu penjual-pembeli, kemitraan, sewa dan penyewa. Dalam penggunaan akad murabahah, istishna, dan salam, pihak bank berperan sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Sementara akad musyarakah dan mudharabah memperlakukan hubungan kemitraan. Akad ijarah memposisikan bank sebagai pemberi sewa dan nasabah sebagai penyewa.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Kamu tau gak sih kalau di bank nasional, nasabah bank itu berperan sebagai kreditur sedangkan perbankan berperan sebagai debitur. Kreditur adalah pihak yang berperan memberikan bantuan pembiayaan, sedangkan debitur adalah penerimanya. Berbeda dengan bank syariah, hubungan antara nasabah dan bank ada 4 jenis yaitu penjual-pembeli, kemitraan, sewa dan penyewa. Dalam penggunaan akad murabahah, istishna, dan salam, pihak bank berperan sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Sementara akad musyarakah dan mudharabah memperlakukan hubungan kemitraan. Akad ijarah memposisikan bank sebagai pemberi sewa dan nasabah sebagai penyewa.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Kamu tau gak sih kalau di bank nasional, nasabah bank itu berperan sebagai kreditur sedangkan perbankan berperan sebagai debitur. Kreditur adalah pihak yang berperan memberikan bantuan pembiayaan, sedangkan debitur adalah penerimanya. Berbeda dengan bank syariah, hubungan antara nasabah dan bank ada 4 jenis yaitu penjual-pembeli, kemitraan, sewa dan penyewa. Dalam penggunaan akad murabahah, istishna, dan salam, pihak bank berperan sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Sementara akad musyarakah dan mudharabah memperlakukan hubungan kemitraan. Akad ijarah memposisikan bank sebagai pemberi sewa dan nasabah sebagai penyewa.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>4. Pembagian Keuntungan<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>4. Pembagian Keuntungan<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Pembagian Keuntungan<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":987,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1-1024x683.jpg","alt":"","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-987\" \/><figcaption>pembagian keuntungan<\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-987\" \/><figcaption>pembagian keuntungan<\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-987\" \/><figcaption>pembagian keuntungan<\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Kalian tau gak sih dari mana bank bisa memperoleh keuntungan? Nah kalau bank konvensional, keuntungan itu diperoleh dari suku bunga yang dibebankan pada nasabahnya. Sedangkan pada bank syariah, tidak begitu. Seperti yang sudah ter-<em>mention <\/em>tadi bahwa bunga = riba <em>which is <\/em>&nbsp;haram dalam islam, so bank syariah memperoleh keuntungan dnegnan cara lain! Caranya adalah melalui hasil jual beli, sewa-menyewa, <em>and<\/em> kemitraan dengan nasabah.<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Kalian tau gak sih dari mana bank bisa memperoleh keuntungan? Nah kalau bank konvensional, keuntungan itu diperoleh dari suku bunga yang dibebankan pada nasabahnya. Sedangkan pada bank syariah, tidak begitu. Seperti yang sudah ter-<em>mention <\/em>tadi bahwa bunga = riba <em>which is <\/em>&nbsp;haram dalam islam, so bank syariah memperoleh keuntungan dnegnan cara lain! Caranya adalah melalui hasil jual beli, sewa-menyewa, <em>and<\/em> kemitraan dengan nasabah.<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Kalian tau gak sih dari mana bank bisa memperoleh keuntungan? Nah kalau bank konvensional, keuntungan itu diperoleh dari suku bunga yang dibebankan pada nasabahnya. Sedangkan pada bank syariah, tidak begitu. Seperti yang sudah ter-<em>mention <\/em>tadi bahwa bunga = riba <em>which is <\/em>&nbsp;haram dalam islam, so bank syariah memperoleh keuntungan dnegnan cara lain! Caranya adalah melalui hasil jual beli, sewa-menyewa, <em>and<\/em> kemitraan dengan nasabah.<\/p>\n"},{"blockName":"core\/heading","attrs":{"textAlign":"","content":null,"level":2,"levelOptions":[],"placeholder":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<h2><strong>5. Penerapan Denda<\/strong><\/h2>\n","innerContent":["\n<h2><strong>5. Penerapan Denda<\/strong><\/h2>\n"],"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Penerapan Denda<\/strong><\/h2>\n"},{"blockName":"core\/image","attrs":{"id":988,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none","blob":"","url":"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-683x1024.jpg","alt":"","caption":null,"lightbox":[],"title":"","href":"","rel":"","linkClass":"","width":"","height":"","aspectRatio":"","scale":"","linkTarget":"","lock":[],"metadata":[],"align":"","className":"","style":[],"borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-683x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-988\" \/><figcaption>denda<\/figcaption><\/figure>\n","innerContent":["\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-683x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-988\" \/><figcaption>denda<\/figcaption><\/figure>\n"],"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-1-683x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-988\" \/><figcaption>denda<\/figcaption><\/figure>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p>Okay, pernah gak sih kalian ada di sebuah organisasi dan biasanya diawal dipaparkan peraturan-peraturan yang gak boleh kalian langar.Lantas, apa yang terjadi kalau kamu melanggar aturan tersebut? Akan ada hukuman (yang gak jarang) berupa denda yang akan kalian terima. Nah, begitu pula di sistem perbankan konbensional. Saat kamu terlambat melakukan pembayaran dalam bank konvensional, terdapat denda yang harus kamu bayar sebagai nasabah. <em>Even worse, <\/em>suku bunga bisa semakin meningkat bila nasabah tidak membayar hingga tenggat waktu perjanjian. Namun, bank syariah tidak menerapkan sistem denda bagi nasabah yang terlambat atau tidak bisa membayar. Gantinya, bank akan melakukan perundingan dan kesepakatan bersama<em>. But, <\/em>ada juga bank syariah yang menetapkan denda pada kasus tertentu, tetapi uang denda dari nasabah tidak dinikmati oleh pihak bank melainkan dianggarkan sebagai dana sosial!<\/p>\n","innerContent":["\n<p>Okay, pernah gak sih kalian ada di sebuah organisasi dan biasanya diawal dipaparkan peraturan-peraturan yang gak boleh kalian langar.Lantas, apa yang terjadi kalau kamu melanggar aturan tersebut? Akan ada hukuman (yang gak jarang) berupa denda yang akan kalian terima. Nah, begitu pula di sistem perbankan konbensional. Saat kamu terlambat melakukan pembayaran dalam bank konvensional, terdapat denda yang harus kamu bayar sebagai nasabah. <em>Even worse, <\/em>suku bunga bisa semakin meningkat bila nasabah tidak membayar hingga tenggat waktu perjanjian. Namun, bank syariah tidak menerapkan sistem denda bagi nasabah yang terlambat atau tidak bisa membayar. Gantinya, bank akan melakukan perundingan dan kesepakatan bersama<em>. But, <\/em>ada juga bank syariah yang menetapkan denda pada kasus tertentu, tetapi uang denda dari nasabah tidak dinikmati oleh pihak bank melainkan dianggarkan sebagai dana sosial!<\/p>\n"],"rendered":"\n<p>Okay, pernah gak sih kalian ada di sebuah organisasi dan biasanya diawal dipaparkan peraturan-peraturan yang gak boleh kalian langar.Lantas, apa yang terjadi kalau kamu melanggar aturan tersebut? Akan ada hukuman (yang gak jarang) berupa denda yang akan kalian terima. Nah, begitu pula di sistem perbankan konbensional. Saat kamu terlambat melakukan pembayaran dalam bank konvensional, terdapat denda yang harus kamu bayar sebagai nasabah. <em>Even worse, <\/em>suku bunga bisa semakin meningkat bila nasabah tidak membayar hingga tenggat waktu perjanjian. Namun, bank syariah tidak menerapkan sistem denda bagi nasabah yang terlambat atau tidak bisa membayar. Gantinya, bank akan melakukan perundingan dan kesepakatan bersama<em>. But, <\/em>ada juga bank syariah yang menetapkan denda pada kasus tertentu, tetapi uang denda dari nasabah tidak dinikmati oleh pihak bank melainkan dianggarkan sebagai dana sosial!<\/p>\n"},{"blockName":"core\/paragraph","attrs":{"align":"","content":null,"dropCap":false,"placeholder":"","direction":"","lock":[],"metadata":[],"className":"","style":[],"backgroundColor":"","textColor":"","gradient":"","fontSize":"","fontFamily":"","borderColor":"","anchor":""},"innerBlocks":[],"innerHTML":"\n<p><em>And that\u2019s all<\/em> beberapa hal yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional. Setelah tau seperti ini, kira-kira kamu ingin jadi nasabah di bank jenis apa? nih kalau masih bingung, kuy cek <a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/4-tips-ini-akan-membantumu-memilih-bank-sesuai-kebutuhan\/\">4 Tips Ini Akan Membantumu Memilih Bank Sesuai Kebutuhan!<\/a><\/p>\n","innerContent":["\n<p><em>And that\u2019s all<\/em> beberapa hal yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional. Setelah tau seperti ini, kira-kira kamu ingin jadi nasabah di bank jenis apa? nih kalau masih bingung, kuy cek <a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/4-tips-ini-akan-membantumu-memilih-bank-sesuai-kebutuhan\/\">4 Tips Ini Akan Membantumu Memilih Bank Sesuai Kebutuhan!<\/a><\/p>\n"],"rendered":"\n<p><em>And that\u2019s all<\/em> beberapa hal yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional. Setelah tau seperti ini, kira-kira kamu ingin jadi nasabah di bank jenis apa? nih kalau masih bingung, kuy cek <a href=\"https:\/\/finplan.id\/blog\/4-tips-ini-akan-membantumu-memilih-bank-sesuai-kebutuhan\/\">4 Tips Ini Akan Membantumu Memilih Bank Sesuai Kebutuhan!<\/a><\/p>\n"}],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v18.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bank Syariah VS Bank Konvensional? Kamu Harus Tau! - Finplan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional? Kalau kamu gak tau, no big deal! jawabannya akan dipaparkan disini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bank Syariah VS Bank Konvensional? Kamu Harus Tau! - Finplan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional? Kalau kamu gak tau, no big deal! jawabannya akan dipaparkan disini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Finplan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-10T05:05:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-01T11:20:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1469\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/\",\"name\":\"Finplan\",\"description\":\"Komunitas belajar investasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1469,\"caption\":\"Perbedaan bank syariah dengan bank konvensional\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/\",\"name\":\"Bank Syariah VS Bank Konvensional? Kamu Harus Tau! - Finplan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-10-10T05:05:47+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-01T11:20:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/ea1d832cc03268670320a9280027b912\"},\"description\":\"Apa yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional? Kalau kamu gak tau, no big deal! jawabannya akan dipaparkan disini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Bank Syariah VS Bank Konvensional? Kamu Harus Tau!\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/ea1d832cc03268670320a9280027b912\",\"name\":\"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/49e5ba67cf5ca9c5fe0c7ecb6acbc757b8e2a4698222718347f25ece0dbd6662?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/49e5ba67cf5ca9c5fe0c7ecb6acbc757b8e2a4698222718347f25ece0dbd6662?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany\"},\"url\":\"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/author\/indah-cikal\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bank Syariah VS Bank Konvensional? Kamu Harus Tau! - Finplan","description":"Apa yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional? Kalau kamu gak tau, no big deal! jawabannya akan dipaparkan disini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bank Syariah VS Bank Konvensional? Kamu Harus Tau! - Finplan","og_description":"Apa yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional? Kalau kamu gak tau, no big deal! jawabannya akan dipaparkan disini!","og_url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/","og_site_name":"Finplan","article_published_time":"2022-10-10T05:05:47+00:00","article_modified_time":"2023-03-01T11:20:34+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1469,"url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/","name":"Finplan","description":"Komunitas belajar investasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/#primaryimage","inLanguage":"id","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6.jpg","width":1920,"height":1469,"caption":"Perbedaan bank syariah dengan bank konvensional"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/#webpage","url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/","name":"Bank Syariah VS Bank Konvensional? Kamu Harus Tau! - Finplan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-10-10T05:05:47+00:00","dateModified":"2023-03-01T11:20:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/ea1d832cc03268670320a9280027b912"},"description":"Apa yang menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional? Kalau kamu gak tau, no big deal! jawabannya akan dipaparkan disini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/perbedaan-bank-syariah-dengan-bank-konvensional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Bank Syariah VS Bank Konvensional? Kamu Harus Tau!"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#\/schema\/person\/ea1d832cc03268670320a9280027b912","name":"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/#personlogo","inLanguage":"id","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/49e5ba67cf5ca9c5fe0c7ecb6acbc757b8e2a4698222718347f25ece0dbd6662?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/49e5ba67cf5ca9c5fe0c7ecb6acbc757b8e2a4698222718347f25ece0dbd6662?s=96&d=mm&r=g","caption":"Indah Cikal Al Gyfary Okthaviany"},"url":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/author\/indah-cikal\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/982","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=982"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/982\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1910,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/982\/revisions\/1910"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.finplan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}