Persiapkan Masa Pensiun Sejahtera & Bebas Finansial
Pensiun bukan berarti berhenti berkarya, melainkan saat di mana Anda tidak lagi harus bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, banyak orang baru menyadari pentingnya dana pensiun saat usia mendekati 50 tahun, padahal kunci keberhasilan pensiun sejahtera adalah waktu dan bunga majemuk (compound interest).
Kalkulator Dana Pensiun Finplan dirancang dengan metodologi perencana keuangan profesional (Certified Financial Planner) untuk menghitung seberapa besar dana yang harus Anda kumpulkan (retirement nest egg) dengan memperhitungkan laju inflasi masa depan serta gaya hidup yang Anda impikan.
Mengapa JHT & BPJS Saja Seringkali Belum Cukup?
OJK menyebut replacement ratio di Indonesia masih berada pada kisaran 15–20%. Untuk pekerja swasta, estimasi OECD menunjukkan bahwa manfaat BPJS Ketenagakerjaan dapat berbeda menurut masa iur dan jenis pekerjaan: dalam skenario masa iur 32 tahun, estimasi gabungan JHT dan JP sekitar 27% dari penghasilan. sumber : https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Indonesia-Pension-Fund-Summit-2026-Perluas-Kepesertaan-dan-Pendalaman-Pasar-Keuangan.aspx
Sebagai salah satu patokan perencanaan, target replacement ratio 70–80% kerap digunakan untuk membantu mempertahankan standar hidup saat pensiun. Karena itu, pekerja dapat mempertimbangkan sumber penghasilan pensiun tambahan sesuai kebutuhan dan kondisi keuangannya.
Dengan inflasi 4% per tahun, biaya hidup Rp 10 juta/bulan saat ini akan melonjak menjadi sekitar Rp 26,6 juta/bulan dalam 25 tahun ke depan saat Anda mulai pensiun.
Meningkatnya taraf hidup dan layanan kesehatan membuat rata-rata usia harapan hidup kini mencapai 75 - 85 tahun. Artinya, Anda harus menopang hidup selama 20 - 30 tahun tanpa gaji bulanan.
Menyiapkan dana pensiun sendiri adalah hadiah terindah bagi anak-anak Anda, sehingga mereka kelak tidak terbebani secara finansial untuk membiayai masa tua orang tua.
2 Fase Strategi Portofolio Pensiun
Strategi investasi untuk masa tua terbagi menjadi dua fase dengan profil risiko yang sangat berbeda:
Manfaatkan horizon waktu yang masih panjang untuk berinvestasi pada instrumen bertumbuh seperti Saham Blue Chip atau Reksa Dana Indeks (60-70%), diimbangi SBN/Obligasi (25-30%) dan kas likuid (5-10%).
Geser portofolio ke instrumen berpendapatan tetap yang aman dengan kupon/bunga bulanan, seperti Surat Berharga Negara (ORI, SR, PBS), Deposito, dan saham dividen tinggi agar pokok dana tidak tergerus.