Ketentuan & Syarat Zakat Mal
Zakat mal merupakan zakat yang dikenakan atas segala jenis harta benda atau kekayaan yang dimiliki seseorang, dengan perolehan yang halal dan sesuai dengan syariat agama Islam. Berzakat mal berfungsi membersihkan harta serta memberdayakan kesejahteraan sosial masyarakat.
Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, harta yang wajib dizakati mencakup:
- Emas, perak, dan logam mulia lainnya;
- Uang tunai, tabungan bank, dan surat berharga (saham, obligasi, sukuk);
- Perniagaan dan perdagangan barang komersial;
- Pertanian, perkebunan, dan kehutanan;
- Peternakan dan perikanan;
- Pertambangan dan perindustrian;
- Pendapatan profesi, gaji rutin, dan jasa; serta
- Rikaz (harta temuan).
Syarat Wajib Berzakat Maal:
Zakat merupakan rukun Islam ke-3 yang diwajibkan bagi setiap muslim.
Harta dimiliki secara penuh dan sah tanpa sengketa dengan pihak lain.
Mencapai ambang batas minimal setara dengan 85 gram emas murni.
Kepemilikan harta telah berlalu selama satu tahun hijriyah (untuk zakat profesi dapat ditunaikan per bulan saat gajian).
👥 8 Golongan Penerima Zakat (Mustahik):
Sesuai QS. At-Taubah ayat 60, zakat disalurkan kepada 8 asnaf: Fakir, Miskin, Amil (pengelola zakat), Mualaf, Riqab (memerdekakan hamba), Gharimin (orang terlilit utang), Fisabilillah (pejuang di jalan Allah), dan Ibnu Sabil (musafir dalam kebaikan).